Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, resmi mengakhiri masa tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor yang telah berlangsung selama 14 hari. Terhitung mulai 27 Mei 2026, wilayah tersebut kini memasuki fase transisi darurat menuju pemulihan pasca-bencana.
Keputusan ini diambil oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, setelah rapat koordinasi dengan unsur Forkopimda dan pihak terkait. Masa tanggap darurat yang sebelumnya ditetapkan sejak 13 hingga 26 Mei 2026 dinyatakan berakhir sesuai jadwal.
Masa Transisi hingga Akhir Tahun
“Malam ini kami putuskan masa tanggap darurat bencana berakhir. Terhitung mulai tanggal 27 Mei sampai 27 Desember, Tanah Datar memasuki masa transisi darurat ke pemulihan pasca-bencana,” ujar Eka Putra dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).
Bupati menjelaskan, penetapan masa transisi yang cukup panjang, yakni hingga akhir tahun, dilakukan karena masih banyak kerusakan infrastruktur dan pemukiman yang memerlukan penanganan terpadu. Status ini penting sebagai payung hukum agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan optimal sesuai ketentuan perundang-undangan.
Adapun wilayah yang menjadi fokus utama penanganan meliputi empat kecamatan terdampak parah, yaitu:
- Kecamatan Tanjung Emas
- Kecamatan Padang Ganting
- Kecamatan Lintau Buo
- Kecamatan Lintau Buo Utara
Meskipun sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing, pemerintah daerah memastikan pemantauan tetap dilakukan secara intensif. “Di lokasi bencana masih terdapat kerusakan yang berdampak pada kehidupan masyarakat, sehingga diperlukan penanganan cepat dan tepat melalui prosedur masa transisi ini,” tambah Eka.
Apresiasi untuk Relawan dan Donatur
Bupati Eka Putra juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada TNI, Polri, relawan, dan para donatur yang telah bekerja keras selama 14 hari masa tanggap darurat. Dukungan lintas sektor tersebut dinilai sangat krusial dalam membantu masyarakat melewati masa kritis awal bencana.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tanah Datar, dr. Ermon Reflin, melaporkan bahwa kondisi di lapangan berangsur membaik. Aksi gotong royong pembersihan rumah warga telah dilakukan secara masif. Menjelang hari raya Idul Adha, BPBD juga memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
“Pengungsi yang kembali ke rumah telah dibekali bantuan sembako. Pendampingan akan terus kami lakukan selama masa transisi darurat ini untuk memastikan masyarakat benar-benar pulih,” pungkas Ermon.
