PURWOKERTO – Sekitar 200 umat Konghucu dan simpatisan dari berbagai daerah memadati Klenteng Hok Tik Bio Purwokerto, Jawa Tengah, untuk melaksanakan sembahyang menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Perayaan berlangsung khusyuk sejak Senin (16/2) malam hingga Selasa (17/2) dini hari.
Rohaniawan Agama Konghucu Kabupaten Banyumas, Wen Shi (WS) Budi Rohadi, memimpin langsung jalannya sembahyang. Kepala Klenteng Hok Tek Bio Purwokerto, Suryana, menjelaskan bahwa ratusan umat yang hadir berasal dari berbagai wilayah seperti Slawi, Ambarawa, Medan, dan Jakarta. Mereka adalah penduduk asli Purwokerto yang sengaja pulang kampung untuk merayakan Imlek.
Rangkaian Ibadah dan Makna Filosofis
Penyuluh Agama Konghucu Kabupaten Banyumas, Trisno Rahayu, yang akrab disapa Weyming, menjelaskan bahwa rangkaian ibadah Imlek telah dimulai sejak satu pekan sebelumnya. Pada tanggal 24 bulan 12 Imlek, dilaksanakan ibadah Er Shi Sheng An sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas berkah perlindungan dan keselamatan sepanjang tahun.
“Wujud keberkahannya dengan dapur yang terus mengepul. Jadi pada hari itu kita sembahyang mengantar malaikat dapur Zao Jun (Cao Kun Kong) naik untuk melaporkan kepada Tien atau Tuhan segala tindak tanduk manusia sepanjang tahun,” kata Trisno di sela perayaan Imlek di Klenteng Hok Tek Bio Purwokerto.
Pada Senin (16/2) malam, tepat pukul 23.00 WIB atau 31 Imlek, umat melaksanakan sembahyang kepada leluhur sebagai penutup tahun lama. Perayaan dilanjutkan hingga Selasa (17/2) dini hari, yang merupakan tanggal 1 bulan 1 Imlek, dengan sembahyang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Weyming menambahkan, rangkaian ibadah akan berlanjut pada hari ke-8 menjelang hari ke-9 bulan 1 Imlek dengan sembahyang Jing Tian Gong. Ini merupakan sembahyang besar kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Dan sebagai umat manusia kita berprasetya dihadapannya untuk jadi manusia yang lebih baik,” ujar Weyming.
Puncak perayaan Imlek akan ditutup pada hari ke-15 bulan 1 Imlek dengan perayaan Cap Go Meh atau sembahyang purnama raya pertama di tahun yang baru. Dalam acara ini, akan tersaji kuliner khas lontong Cap Go Meh, yang merupakan asimilasi budaya Tionghoa peranakan dan Jawa.
Terkait harapan di tahun yang baru, Weyming mengungkapkan, “Di tahun baru ini keinginanku jadi pribadi yang lebih baik, segala doa dan harapan boleh terwujud, dan senantiasa dalam perlindungan Tuhan.”
