Rombongan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengalami insiden menegangkan saat meninjau lokasi banjir di kawasan Pameue, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (21/12/2025). Rakit darurat yang ditumpangi Fadhlullah dan tujuh anggota rombongannya terbalik di tengah derasnya arus sungai.

Peristiwa ini terjadi ketika rombongan hendak menyeberang sungai guna melihat kondisi sebuah perkampungan di lereng pegunungan setempat. Karena tidak ada jembatan permanen, mereka harus menggunakan rakit yang terbuat dari drum oli berlantai papan, yang dipasang dengan ikatan pada kawat baja hingga ke seberang sungai yang deras dan keruh itu.

Di tengah perjuangan menyeberangi arus sungai, rakit yang mengangkut delapan orang itu tiba-tiba oleng dan terbalik. Sebagian penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian, sementara sebagian lainnya sempat hanyut terbawa arus deras sungai keruh tersebut.

Fadhlullah, yang merupakan mantan militer GAM, berhasil berenang dan bahkan sempat menyelamatkan seorang lainnya yang disebut-sebut sebagai General Manager PLN Aceh. Penumpang lain yang sempat terbawa arus juga berhasil dibantu oleh beberapa personel TNI Yonif TP 854 Dharma Kerkasa Pameue, yang memang bertugas membantu korban banjir di kawasan tersebut.

“Insya Allah semua selamat. Tidak ada korban jiwa dan tetap melanjutkan peninjauan permukiman warga di perkampungan lembah gunung itu,” tutur Hadi, seorang warga setempat.

Berdasarkan penelusuran, kecelakaan rakit terbalik ini diduga kuat karena kelebihan muatan penumpang. Rakit darurat yang terbuat dari drum oli dan menggunakan kawat peluncur tersebut tidak mampu menahan beban yang melebihi kapasitasnya. Selain itu, posisi berdiri rombongan penumpang yang tidak seimbang di atas rakit darurat tanpa dinding juga menjadi faktor penyebab hilangnya keseimbangan dan gagal kontrol saat terbawa arus sungai.

Kondisi Wilayah Terisolir Akibat Banjir

Kecamatan Rusip Antara dan Kecamatan Silih Nara hingga kini masih terkurung akibat banjir besar yang melanda Sumatra pada 26-27 November lalu. Jalur utama dari dan menuju Kota Takengon, Ibu Kota Kabupaten Aceh Tengah, terputus total. Untuk menyalurkan bantuan bahan makanan, harus melewati jalur pegunungan Geumpang, Kabupaten Pidie-Pameue, Aceh Tengah, yang kondisinya sangat sulit dilalui karena ambles dan longsor di banyak titik.

Anggota DPR RI asal Aceh, Nasir Djamil, telah beberapa hari turun langsung ke lokasi untuk memastikan distribusi bantuan ke dua kecamatan yang terisolir tersebut. Nasir bahkan bermalam bersama relawan lintas komunitas mobil Land Rover dan Trail Aceh, serta membeli hasil panen cabai petani setempat guna membantu perekonomian warga.

“Di sini sejak awal banjir sudah terkurung. Masyarakat tidak bisa keluar ke Takengon, Aceh Tengah. Ada sekitar 52 titik badan jalan menuju ke sini longsor dan jembatan rusak. Baru sekitar 18 titik berhasil diperbaiki atau dibersihkan secara darurat,” jelas Nasir Djamil, yang masuk ke Pameue melalui jalur udara menggunakan helikopter.