Di tengah gemerlap Danau Toba yang telah lama menyandang status destinasi wisata super prioritas, tersimpan sebuah ironi. Pulau Sibandang, sebuah permata seluas 850 hektare di Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, seolah luput dari sentuhan pembangunan pariwisata yang masif.
Secara administratif, pulau ini menjadi rumah bagi sekitar 1.500 kepala keluarga yang tersebar di tiga desa, yakni Desa Sibandang, Desa Sampuran, dan Desa Papande. Meskipun dikaruniai panorama alam yang memukau, mayoritas penduduknya masih menggantungkan hidup sepenuhnya pada sektor pertanian. Potensi wisata bahari dan lanskapnya yang menawan hingga kini belum tergarap maksimal, bahkan terkesan terabaikan.
Kondisi ini diperparah dengan fakta bahwa sekitar 90 persen kawasan pantai di Pulau Sibandang dilaporkan belum mendapatkan penanganan maupun pengembangan infrastruktur. Akibatnya, wisatawan yang datang kesulitan untuk menikmati keindahan pesisir pulau secara optimal.
Sasma Situmorang, Penelaah pada Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Utara, pada Minggu (10/5), mengungkapkan, “Pulau ini belum memiliki hotel, homestay, maupun tempat penginapan sewa, sehingga belum masuk sebagai tujuan wisata utama.”
Padahal, dari segi aksesibilitas, Pulau Sibandang tergolong sangat strategis. Wisatawan hanya memerlukan waktu tempuh sekitar lima hingga sepuluh menit untuk menyeberang menggunakan kapal dari Pelabuhan Muara.
Sasma, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Tapanuli Utara, menuturkan bahwa dua tahun lalu pihaknya sempat berupaya menggagas kolaborasi dengan insan pers untuk mempromosikan pulau ini. Strategi tersebut diharapkan mampu menarik minat investor untuk membangun fasilitas penunjang pariwisata.
“Saya yakin, dengan melibatkan awak media, Pulau Sibandang bisa lebih maju dan menarik minat investor untuk menanamkan modal di daerah ini,” tambahnya.
Estimasi Tarif Penyeberangan ke Pulau Sibandang
| Rute | Tarif (Per Orang) |
|---|---|
| Pulau Sibandang – Muara | Rp20.000 |
| Pulau Sibandang – Nainggolan (Samosir) | Rp30.000 |
| Pulau Sibandang – Kota Balige (Toba) | Rp50.000 |
Namun, geliat ekonomi pariwisata di Pulau Sibandang masih jauh dari harapan. Taruli Pandiangan (53), seorang warga Dusun Bulu Hela, Desa Sibandang, membenarkan bahwa meskipun transportasi logistik melalui kapal feri berjalan lancar, dampak ekonomi dari kunjungan wisatawan belum dirasakan signifikan oleh warga.
“Warga di sini mayoritas hidup dari pertanian. Kalau dari sektor pariwisata, peningkatan ekonomi masyarakat masih nihil,” ujar Taruli.
Ketertinggalan Pulau Sibandang di tengah popularitas Danau Toba menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Tanpa pembangunan infrastruktur dasar seperti penginapan dan penataan kawasan pantai, pulau ini dikhawatirkan akan tetap menjadi potensi yang terabaikan, alih-alih menjadi destinasi unggulan yang mampu menyejahterakan masyarakat setempat.
