Proyek pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Bintaro, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah mencapai progres 10,98 persen. Proyek senilai Rp11 miliar yang didanai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini ditargetkan rampung pada Mei 2026.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KNMP Bintaro Mataram, Diana Santiani Irawan, mengungkapkan adanya perubahan desain signifikan pada proyek tersebut. “Proyek itu sempat terjadi perubahan desain pada bagian atap bangunan atas instruksi langsung dari menteri dan Presiden,” kata Diana di Mataram, Jumat (21/2/2026).

Perubahan desain tersebut khususnya terjadi pada bagian atap. Semula direncanakan menggunakan atap seng, namun sesuai instruksi Presiden yang mengedepankan estetika dan kearifan lokal, atap diganti dengan genteng tanah liat. Meski penggunaan genteng memerlukan struktur baja yang lebih kuat dan berat, Diana memastikan total anggaran tetap sekitar Rp11 miliar melalui mekanisme penyesuaian pekerjaan.

Pembangunan KNMP ini mengusung konsep kawasan terintegrasi untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di Kota Mataram. Fasilitas yang sedang dan akan dibangun meliputi jalan lingkungan, drainase, pagar kawasan untuk keamanan, musala, kantor pengurus, dan ruang pertemuan.

Selain itu, akan dibangun fasilitas ekonomi seperti gudang beku (cold storage), pabrik es, kios perbekalan, bengkel nelayan, serta pasar ikan higienis. Infrastruktur dasar berupa penataan lahan, pembersihan, dan pembangunan sistem sanitasi (septic tank) juga dikerjakan.

“Khusus untuk pasar ikan higienis, pengerjaannya akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Mataram, sementara KKP fokus pada pembangunan kawasan dan fasilitas pendukung KNMP lainnya,” jelas Diana.

Diana menambahkan, pekerjaan di lapangan saat ini masih berfokus pada struktur bawah dan penataan lahan, dengan progres 10,98 persen mencakup pengerjaan fondasi, pembersihan, serta perataan tanah. Pihaknya optimistis proyek ini dapat berjalan tepat waktu mengingat jenis bangunannya bukan termasuk kategori bangunan bertingkat yang rumit.

“Terkait perizinan seperti analisis dampak lingkungan (Amdal) dan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), sepenuhnya menjadi ranah Pemerintah Kota Mataram dan terus kami koordinasikan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram, Irwan Harimansyah, menyatakan bahwa konsep KNMP Bintaro akan menjadi kawasan terpadu sebagai pusat ekonomi masyarakat nelayan. “Setelah ada fasilitas tersebut, ke depan kami akan kembangkan menjadi pusat wisata kuliner seafood,” imbuh Irwan.