Proyek pembangunan Jembatan Glempang Sungai Pedes di Desa Kaligiri, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kini terbengkalai. Jembatan yang vital sebagai akses penghubung Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal ini dihentikan pengerjaannya sebelum rampung.

Pembangunan jembatan senilai hampir Rp2 miliar tersebut dimulai pada 25 Agustus 2025 dan ditargetkan selesai pada 24 Desember 2025. Namun, pekerjaan dihentikan pada 22 Desember 2025, dengan progres yang belum mencapai 70 persen.

Penghentian pekerjaan ini terjadi setelah hujan deras pada Minggu (21/12/2025) malam. Hujan tersebut menyebabkan arus Sungai Pedes meningkat drastis dan menggerus talud pengaman pondasi serta oprit jembatan hingga ambrol.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pembangunan jembatan ini merupakan proyek Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes Tahun Anggaran 2025. Nilai kontraknya mencapai Rp1.932.409.909,00 dengan pelaksana pekerjaan CV Kausa Utama.

Staf UPTD PU Wilayah Bumiayu, Mansur, membenarkan penghentian proyek tersebut. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan dihentikan karena pihak pelaksana tidak mampu menyelesaikan pekerjaan, ditambah kondisi waktu dan cuaca yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pembangunan.

“Jembatan Glempang sebelumnya putus pada awal 2025 akibat derasnya arus sungai,” ujar Mansur, Kamis (8/1/2026). Ia menambahkan, hingga kini akses tersebut belum dapat digunakan, sehingga warga setempat membuat jembatan darurat dari bambu untuk pejalan kaki dan sepeda motor. “Iya mas, pelaksananya pasrah tidak mampu menyelesaikan. Waktu itu kondisi juga tidak memungkinkan untuk melanjutkan pekerjaan,” jelas Mansur.

Jembatan Glempang memiliki peran krusial bagi aktivitas warga. Jembatan ini merupakan akses utama bagi warga Desa Dukuhbenda, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, yang sehari-hari bersekolah, berbelanja ke pasar, dan melakukan aktivitas ekonomi di wilayah Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Sejak jembatan lama putus akibat banjir besar awal 2025 dan proyek penggantinya kini mangkrak, kesulitan warga semakin terasa.