Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Paris, Prancis, pada Senin (13/4/2026) malam pukul 23.50 waktu setempat, atau sekitar pukul 04.50 WIB. Kedatangan ini menandai kelanjutan agenda diplomatik strategis Indonesia di Eropa, setelah sebelumnya menuntaskan serangkaian pertemuan di Moskow, Rusia.

Menurut keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI yang diterima di Jakarta pada Selasa (14/4/2026), Presiden Prabowo langsung bertolak dari Moskow menuju Paris dengan waktu tempuh sekitar tiga setengah jam. Di ibu kota Prancis, Presiden Prabowo dijadwalkan akan melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee.

Fokus Peningkatan Kerja Sama Strategis

Pertemuan tingkat tinggi antara kedua kepala negara ini diharapkan akan membahas peningkatan kerja sama strategis di berbagai sektor prioritas. Indonesia dan Prancis telah lama menjalin kemitraan erat yang mencakup beragam bidang, antara lain:

  • Pertahanan: Termasuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan penguatan industri pertahanan nasional.
  • Energi dan Transisi Energi: Khususnya dalam pengembangan energi baru terbarukan.
  • Infrastruktur dan Transportasi.
  • Pendidikan dan Riset.
  • Ekonomi Kreatif.
  • Penanganan Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan.

Prancis juga merupakan salah satu mitra penting bagi Indonesia di kawasan Eropa dalam mendorong investasi dan perdagangan. Oleh karena itu, pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan strategis yang sudah ada, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru yang lebih konkret dan saling menguntungkan bagi kedua negara.

Selain itu, kunjungan ini juga menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan strategisnya terkait dinamika global terkini. Presiden Prabowo akan menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendorong perdamaian dunia di forum internasional.