DOMPU, KILATNEWS.CO – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri bersama Bupati Dompu Bambang Firdaus memimpin penanaman pohon di sekitar Lapangan Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Minggu (2/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan Gerakan Indonesia Asri dan NTB Lestari.

Inisiatif penanaman pohon ini digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB melalui Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Wilayah VI. Langkah ini menjadi kontribusi pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat selama bulan suci Ramadhan.

Wagub Indah Dhamayanti Putri, yang akrab disapa Ummi Dinda, menegaskan bahwa penanaman pohon adalah langkah konkret untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. “Langkah kecil dalam menanam pohon hari ini akan menjadi investasi besar bagi keberlanjutan alam dan kesejahteraan generasi mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Saneo Rustam menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian Pemerintah Provinsi NTB terhadap masyarakat desanya. “Kami berterima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan. Program Desa Berdaya dan gerakan menanam pohon ini sangat membantu kami, baik dari sisi sosial, ekonomi hingga lingkungan. Kehadiran langsung Ibu Wakil Gubernur menjadi motivasi bagi kami untuk terus membangun desa,” kata Rustam.

Rustam memastikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ia berharap penanaman pohon mampu menumbuhkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan desa.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Kepala DLHK NTB Ahmadi, Kepala DPMPD NTB Lalu Hamdi, Kepala Bappeda NTB Bq Nelly Yuniarti, Kepala Dinas Pariwisata NTB Ahmad Nur Aulia, Kepala Pelaksana BPBD NTB, Kepala Dinas PUPR Perkim NTB, serta Kepala Balai KPH Wilayah VI Faruk beserta jajarannya. Turut hadir pula kepala SMA/SMK se-Kabupaten Dompu, perwakilan LKKS, dan tokoh masyarakat setempat.

sumber gambar: gesit.id