Filipina, selaku Ketua ASEAN 2026, mendesak Myanmar untuk segera membebaskan tokoh pro-demokrasi Aung San Suu Kyi dan seluruh tahanan politik lainnya. Desakan ini muncul setelah Myanmar mengumumkan amnesti nasional bagi lebih dari 4.000 tahanan, termasuk mantan Presiden U Win Myint.

ASEAN Sambut Pembebasan U Win Myint, Desak Pembebasan Suu Kyi

Dalam pernyataan resminya pada Jumat, Ketua ASEAN menyambut baik pembebasan U Win Myint sebagai langkah positif. “Secara khusus, kami menyambut dibebaskannya U Win Myint sebagai langkah positif menuju dialog nasional yang inklusif di antara semua pihak di Myanmar,” demikian pernyataan Ketua ASEAN.

Lebih lanjut, ASEAN mendorong pembebasan tahanan lain, termasuk Aung San Suu Kyi. Pernyataan tersebut menambahkan, “Dalam hal ini, kami juga mendorong dibebaskannya para tahanan lain di Myanmar, termasuk Aung San Suu Kyi, dalam semangat rekonsiliasi sejati dan perdamaian.”

U Win Myint adalah Presiden ke-10 Myanmar, sementara Aung San Suu Kyi menjabat sebagai penasihat negara. Keduanya merupakan pemimpin pemerintahan yang dikudeta oleh militer pada Februari 2021.

Komitmen ASEAN pada Konsensus Lima Poin

Ketua ASEAN 2026 menegaskan kembali komitmen organisasi untuk memfasilitasi solusi damai dan berkelanjutan terhadap krisis politik di Myanmar. Proses ini diharapkan dipimpin dan diatur oleh Myanmar sendiri, selaras dengan Konsensus Lima Poin (5PC).

ASEAN menyatakan masih mengakui Myanmar sebagai bagian integral dari organisasi tersebut, dengan 5PC tetap menjadi acuan utama dalam mengatasi krisis politik yang sedang berlangsung.

Selain itu, Ketua ASEAN menyerukan penghentian segala bentuk permusuhan di Myanmar. Semua pihak diminta untuk menahan diri dan memastikan keselamatan warga sipil. ASEAN 2026 juga mendorong penciptaan situasi yang kondusif untuk distribusi bantuan kemanusiaan di seluruh wilayah Myanmar.

Amnesti Nasional dan Repatriasi Warga Asia Tenggara

Dalam pernyataan yang sama, Filipina selaku pemegang keketuaan ASEAN 2026 turut menyambut baik pemberian amnesti kepada warga negara-negara Asia Tenggara. Harapan besar disampaikan agar mereka dapat direpatriasi dengan segera dan selamat.

Harapan serupa juga ditujukan bagi mereka yang masih berada dalam tahanan, khususnya para korban perdagangan manusia dan kejahatan lintas batas lainnya. Amnesti bagi 4.335 tahanan di Myanmar ini diumumkan oleh otoritas setempat dalam rangka perayaan Tahun Baru Myanmar.