Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan kesiapan negaranya untuk mempercepat persiapan negosiasi dengan dukungan Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan di tengah situasi regional yang sangat sensitif, menekankan komitmen Beirut pada jalur perundingan sebagai solusi.
Dalam pertemuan dengan delegasi blok parlemen Strong Republic pada Senin (5/5/2026), Presiden Aoun menyatakan, “Kami siap mempercepat laju negosiasi sejauh Amerika Serikat melakukannya. Tidak ada jalan keluar selain proses ini karena melayani kepentingan seluruh rakyat Lebanon.” Ia menambahkan bahwa situasi saat ini sangat rapuh dan menuntut penguatan persatuan nasional.
Menurut Aoun, konsolidasi internal menjadi kunci bagi Lebanon untuk menghadapi tantangan politik dan keamanan yang semakin kompleks. Ia juga mengungkapkan bahwa pertemuan persiapan ketiga yang melibatkan duta besar Lebanon untuk Washington dijadwalkan dalam beberapa hari mendatang. Pertemuan ini bertujuan untuk membuka jalan bagi dimulainya pembicaraan di bawah naungan AS.
Langkah tersebut dinilai sebagai capaian penting, terutama dengan adanya perhatian langsung dari Presiden AS Donald Trump terhadap perkembangan di Lebanon. Perhatian ini disebut sebagai bagian dari upaya Washington untuk mendorong stabilitas kawasan.
Aoun menegaskan bahwa tujuan utama perundingan tidak berubah, yakni penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki serta pemulangan para tahanan. Hal ini merupakan bagian dari penyelesaian yang lebih luas untuk konflik berkepanjangan.
Selain itu, Presiden Aoun menggarisbawahi pentingnya dukungan terhadap militer dan institusi negara sebagai pilar utama stabilitas. Ini krusial di tengah tekanan ekonomi dan politik yang terus membebani Lebanon dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyerukan seluruh kekuatan politik untuk bersatu di belakang negara, menegaskan bahwa rakyat Lebanon telah lelah menghadapi konflik berkepanjangan dan dampak destruktif yang ditimbulkannya.
