Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jember menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-X pada Senin (4/5/2026). Acara ini menjadi momentum krusial bagi partai berlambang Ka’bah tersebut untuk mengevaluasi kinerja dan mengonsolidasikan kekuatan demi melipatgandakan perolehan kursi di DPRD Jember pada Pemilu 2029 mendatang.

Ketua Tim Muscab DPW PPP Jawa Timur, Nur Hasan, menegaskan bahwa Muscab ini merupakan ajang penting untuk mematangkan strategi partai. “Ini bahan evaluasi dan konsolidasi ke depan, agar mesin partai lebih solid, kompak, dan mampu menangkap dinamika yang terjadi. Jember ini akan menjadi parameter Jawa Timur karena dinamikanya cukup baik,” ujar Nur Hasan, Senin (4/5/2026).

Saat ini, PPP Jember memiliki lima kursi di DPRD. Namun, partai menargetkan peningkatan signifikan hingga dua kali lipat pada Pemilu 2029. “Target Ketua DPC, Gus Mamak, adalah 10 kursi. Itu bisa tercapai jika konsolidasi sampai tingkat ranting berjalan maksimal dan seluruh caleg yang diusung benar-benar berkualitas,” ungkap Nur Hasan.

Pencapaian target ambisius tersebut, lanjut Nur Hasan, membutuhkan kerja keras yang luar biasa. “Kami harus bekerja secara luar biasa, dengan cara extraordinary. Kalau hanya bekerja biasa, sulit meningkatkan elektoral. Apalagi saat ini PPP belum memiliki perwakilan di Senayan,” tegasnya.

Untuk memperkuat basis dukungan dan mencapai target tersebut, PPP Jember akan merangkul berbagai elemen masyarakat. Ini termasuk organisasi kemahasiswaan seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), serta jaringan Nahdlatul Ulama (NU) beserta badan otonomnya, seperti Muslimat NU.

“Semua elemen ini harus dirangkul sebagai bagian dari kemajemukan PPP untuk menyongsong kemenangan 2029. Regenerasi juga menjadi hal yang sangat penting,” tambah Nur Hasan.

Dengan komposisi kepengurusan harian sebanyak 25 orang dan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen, PPP Jember berkomitmen untuk menjadi partai yang terbuka bagi semua kalangan. “PPP adalah warisan para ulama. Karena itu, kami harus terbuka. Siapa pun yang siap mengabdikan diri, akan kami rangkul dari kelompok mana pun,” pungkas Nur Hasan.