Sebanyak 92 personel Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram, Nusa Tenggara Barat, menjalani tes urine dadakan pada Senin (23/02/2026). Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh personel, termasuk Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko dan jajaran pejabat utama, dinyatakan negatif dari segala jenis kandungan kimia terkait narkotika.
Kegiatan tes urine ini dilaksanakan di Gedung Wira Pratama Mapolresta Mataram dengan dukungan tim eksternal dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram. Subandriadi, perwakilan dari BNN Kota Mataram, menjelaskan bahwa tes mendadak ini merupakan upaya deteksi dini penyalahgunaan narkotika di lingkungan kepolisian.
“Jadi, hari ini sebanyak 92 personel telah menjalani pemeriksaan urine dan hasilnya menyatakan seluruhnya negatif narkotika,” ujar Subandriadi pada Senin (23/02/2026).
BNN Kota Mataram mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk komitmen Polresta Mataram dalam menjaga pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di internal institusi. Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap Polresta Mataram sebagai institusi yang bersih, profesional, dan konsisten dalam memberantas peredaran narkoba.
Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko menambahkan, giat ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolri dan Kapolda NTB terkait upaya pencegahan serta pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan internal Polri.
“Tes urine dilakukan sebagai langkah pengawasan dan deteksi dini guna memastikan seluruh personel bebas dari penyalahgunaan narkotika,” kata Kombes Pol. Hendro Purwoko.
Menurut Kapolresta, Polri sebagai aparat penegak hukum harus mampu menjadi teladan yang baik bagi masyarakat. Untuk itu, Polresta Mataram berkomitmen akan konsisten secara berkala menggelar tes urine dadakan serupa sebagai bagian dari upaya preventif dan pengawasan internal.
“Langkah ini sebagai bagian dari upaya preventif serta pengawasan internal kami terhadap seluruh personel,” tegasnya.
