Polresta Bandung mengimbau seluruh pemudik dan masyarakat umum untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur Nagreg, Kabupaten Bandung. Imbauan ini dikeluarkan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang kerap melanda kawasan tersebut, ditandai dengan hujan deras dan badai.
Pada Sabtu (15/3/2026), arus mudik di Nagreg diwarnai hujan lebat disertai angin kencang. Kondisi ini menyebabkan sejumlah ranting pohon berjatuhan dan permukaan jalan menjadi licin, terutama di ruas turunan Lingkar Nagreg.
Kapolresta Bandung Kombes Pol. Aldi Subartono menegaskan, “Hari ini sudah dua kali hujan deras di Nagreg. Karenanya, kami meminta masyarakat agar berhati-hati karena rawan pohon tumbang dan rawan kecelakaan, apalagi di turunan. Ini rawan terjadi sehingga kami berharap masyarakat berhati-hati.”
Strategi Pengamanan Arus Mudik di Nagreg
Untuk mengantisipasi berbagai risiko selama arus mudik dan balik, Polresta Bandung telah mendirikan pos terpadu di KM 36 Nagreg. Pos ini berfungsi sebagai pusat komando dan pemantauan utama, dilengkapi dengan tim medis, ambulans, dan tim derek.
Kombes Aldi menjelaskan, penempatan pos terpadu di Nagreg ini merupakan perubahan dari tahun sebelumnya yang berada di Cileunyi. Pemindahan ini bertujuan meningkatkan efektivitas penanganan, mengingat Nagreg adalah titik vital selama periode mudik dan balik.
Selain pos terpadu di KM 36, Polresta Bandung juga menempatkan pos-pos lain di beberapa titik strategis. Pos di Gerbang Tol Cileunyi bertugas mengantisipasi penumpukan kendaraan akibat perpindahan moda angkutan.
Di Cimanggung Sumedang, pos difungsikan untuk pengaturan kepadatan lalu lintas, mengingat area tersebut menjadi titik naik turun dan perpindahan moda bagi pemudik. Sementara itu, pos di Cikaledong Lingkar Nagreg disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan akibat kontur jalan menanjak serta mengatur arah arus kendaraan yang menuju Limbangan Garut.
Seluruh pos tersebut dilengkapi dengan personel medis, ambulans, derek, serta personel keamanan dari TNI dan instansi terkait lainnya. Kesiapan ini untuk memastikan penanganan cepat terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi.
Aldi menambahkan, “Berbagai persiapan, termasuk di pos agar kita siap untuk langsung terjun ke lokasi melakukan penanganan serta rekayasa-rekayasa yang memang diperlukan sesuai dengan kejadian yang timbul.”
