TOJO UNA-UNA – Kepolisian Resor (Polres) Tojo Una-una, Sulawesi Tengah (Sulteng), memperketat pengawasan terhadap praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan atau destructive fishing. Langkah ini diambil untuk menjaga kelestarian ekosistem laut di wilayah kepulauan tersebut.
Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Kasat Polairud) Polres Tojo Una-una, Iptu Kadek Agung, menjelaskan bahwa jajarannya telah melakukan penyisiran dan pemasangan spanduk imbauan di sejumlah titik strategis. Kegiatan ini berpusat di Desa Siatu, Kecamatan Batudaka, Kabupaten Tojo Una-una, pada Rabu (29/4/2026).
Edukasi Bahaya Destructive Fishing
“Jadi personel Satpolairud menyisir wilayah Desa Siatu Kecamatan Batudaka untuk memasang spanduk imbauan bertajuk Stop Destructive Fishing,” ujar Iptu Kadek Agung di Tojo Una-una, Rabu (29/4/2026).
Selain pemasangan spanduk, fokus utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat pesisir. Edukasi tersebut menekankan bahaya penggunaan bahan peledak dan zat kimia dalam menangkap hasil laut, yang dapat merusak terumbu karang dan kekayaan hayati laut.
Menurut Kadek, pemasangan spanduk dan sosialisasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya preventif yang krusial untuk menyelamatkan ekosistem bawah laut. “Tentunya kami mengimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah kepulauan agar dalam mencari nafkah tidak lagi menggunakan bom ikan, bius, atau bahan perusak lainnya. Kita harus menjaga ekosistem laut agar tetap lestari untuk generasi di masa mendatang,” tegasnya.
Sinergi Masyarakat dan Polri
Iptu Kadek Agung menuturkan, sosialisasi penting untuk membangun kesadaran kolektif warga pesisir, khususnya di Desa Siatu. Melalui edukasi yang humanis, diharapkan tidak ada lagi pelanggaran hukum yang dilakukan nelayan akibat ketidaktahuan.
“Tujuan besar kami untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman. Ketika masyarakat dan Polri bersinergi menjaga laut, maka keamanan wilayah pesisir akan terjaga dengan sendirinya,” pungkasnya.
Pemasangan spanduk imbauan ini dilakukan di beberapa lokasi strategis dengan harapan praktik destructive fishing dapat ditekan hingga titik nol. Hal ini demi keberlangsungan terumbu karang dan kekayaan hayati laut Tojo Una-una yang lestari.
