Sebanyak 1.189 pelajar di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, kembali menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Polres PPU. Program prioritas nasional ini resmi beroperasi kembali pada Selasa (28/4) kemarin, setelah sempat terhenti pada pertengahan April 2026 akibat kendala teknis pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Wakapolres PPU Kompol Awan Kurnianto menegaskan, beroperasinya kembali SPPG ini merupakan komitmen Polres PPU dalam mendukung pemenuhan gizi bagi pelajar. Pengawasan ketat diterapkan guna memastikan kualitas dan keamanan makanan bagi para pelajar.
Pengoperasian kembali SPPG ditandai dengan kegiatan pengecekan dan pengawasan langsung oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam) bersama Sidokkes dan Siwas Polres PPU.
Pemeriksaan Menyeluruh
Kegiatan pengawasan dipimpin oleh Kanit Paminal Polres PPU IPTU Jusman Kasmily bersama tim lintas fungsi. Mereka melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh tahapan pelayanan, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga makanan siap distribusi.
“SPPG Kemala Bhayangkari Polres PPU, kembali beroperasi dengan penguatan pengawasan di setiap tahapan, mulai dari proses produksi hingga distribusi. Kami ingin memastikan makanan yang diberikan kepada para pelajar benar-benar aman, higienis, dan memenuhi standar gizi,” ujar Jusman.
Ia juga menekankan bahwa pengawasan lintas fungsi yang melibatkan Propam, Sidokkes, dan Siwas menjadi langkah strategis untuk menjaga kualitas layanan tetap optimal dan akuntabel. “Pengawasan ini tidak hanya bersifat pengendalian, tetapi juga sebagai bentuk jaminan kualitas agar pelayanan berjalan profesional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” tambahnya.
Uji Keamanan Pangan
Tim Sidokkes turut melakukan uji keamanan pangan (food safety) menggunakan metode organoleptik yang mencakup penilaian rasa, bau, warna, tekstur, serta tampilan makanan. Pengujian juga dilakukan menggunakan food safety kit untuk mendeteksi kemungkinan kandungan zat berbahaya seperti formalin, boraks, nitrit, arsenik, hingga sianida.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh sampel makanan dinyatakan aman dan tidak mengandung zat berbahaya.
“Dengan kembali beroperasinya SPPG Kemala Bhayangkari ini Polres PPU menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemenuhan gizi bagi pelajar sekaligus memastikan pelayanan berjalan aman, higienis, dan berkelanjutan,” tegas Jusman.
Karyawan Pendukung
Kepala SPPG Kemala Bhayangkari Polres PPU, Yoggi Adjie Nugroho, menjelaskan bahwa operasional dapur didukung oleh 30 orang karyawan serta tenaga ahli gizi Sharfina Duroothul Hikmah. Hal ini untuk memastikan menu yang disajikan memenuhi standar kebutuhan gizi pelajar.
Dibeberkannya, SPPG Kemala Bhayangkari Polres PPU telah menyalurkan sebanyak 1.189 porsi makanan kepada sejumlah pelajar sekolah di wilayah Penajam. Penerima MBG di antaranya murid TK Kemala Bhayangkari, murid SDN 038 Penajam, siswa SMP 21 Penajam, serta siswa SMAN 8 Penajam.
“Distribusi dilakukan melalui dua rute pengantaran menggunakan kendaraan operasional, guna memastikan makanan tiba tepat waktu dan dalam kondisi layak konsumsi,” terang Yoggi.
Kembalinya operasional SPPG Kemala Bhayangkari Polres PPU tersebut disambut antusias oleh pelajar dan orang tua. Sejak pagi, para siswa tampak bersemangat menyambut kedatangan kendaraan distribusi.
Seorang murid SD, Liya, mengaku senang dengan kembalinya program MBG dari SPPG Polres PPU itu. “Kami senang kembali mendapat MBG dari SPPG Kemala Bhayangkari Polres PPU meskipun sempat terhenti,” pungkasnya.
