Kepolisian Resor (Polres) Banggai, Sulawesi Tengah, telah memetakan puluhan titik rawan bencana alam di wilayahnya. Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kapolres Banggai AKBP Wayan Wayracana Aryawan mengungkapkan, pemetaan tersebut mengidentifikasi 48 titik rawan banjir dan delapan titik rawan tanah longsor yang tersebar di berbagai kecamatan. “Polres Banggai memetakan sebanyak 48 titik rawan banjir dan delapan titik rawan tanah longsor yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Banggai,” kata AKBP Wayan Wayracana Aryawan di Luwuk, Jumat (13/3/2026).

Rincian Titik Rawan Bencana

Wilayah yang berpotensi tinggi terjadi tanah longsor meliputi Desa Balingara di Kecamatan Nuhon, Desa Huhak dan Desa Lontio di Kecamatan Bunta, serta Desa Pakowa di Kecamatan Pagimana. Selain itu, Desa Pangkalaseang di Kecamatan Balantak Utara, Desa Salodik di Kecamatan Luwuk Utara, serta Desa Gunung Keramat dan Desa Lembah Keramat di Kecamatan Toili Barat juga masuk dalam daftar.

Sementara itu, potensi banjir terbanyak teridentifikasi di Kecamatan Bunta, Kecamatan Bualemo, Kecamatan Batui, Kecamatan Batui Selatan, Kecamatan Moilong, Kecamatan Toili, dan Kecamatan Toili Barat.

Kolaborasi dan Pengamanan Arus Mudik

Pemetaan titik rawan bencana ini dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Basarnas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Kerja sama ini bertujuan untuk mendapatkan data akurat mengenai daerah dengan tingkat kerawanan bencana alam yang tinggi.

Sebagai bagian dari upaya pengamanan, Polres Banggai juga mendirikan posko pelayanan dan pengamanan yang tersebar di sepanjang jalur utama. Posko-posko ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Tinombala 2026 yang berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur.

Fokus pengamanan selama operasi akan diarahkan pada sejumlah objek vital dan lokasi strategis. Ini mencakup masjid, lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, bandara, serta titik keramaian lainnya, guna memastikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara, khususnya para pemudik.