Sebanyak 6.678 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (1/5/2026). Pengerahan ribuan personel ini bertujuan untuk mengawal penyampaian aspirasi dari massa buruh yang diperkirakan mencapai 5.000 orang.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto menjelaskan, personel gabungan tersebut terdiri dari berbagai unsur. “Ini gabungan yang terdiri dari kepolisian 4.633 personel, TNI 1.050 personel, Pemprov DKI 95 personel, pamdal 400 personel, dan satuan kamtibmas 500 orang,” ujar Budi saat ditemui di kompleks parlemen.
Budi menambahkan, massa aksi datang dari berbagai wilayah, termasuk DKI Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat. Pihaknya mengimbau agar para peserta aksi menyampaikan pendapat dan aspirasinya secara tertib serta tetap menjaga keamanan. “Kami juga mengimbau kepada saudara-saudara buruh maupun seluruh komponen yang melaksanakan penyampaian pendapat untuk tidak merusak fasilitas umum,” tegasnya.
Sementara itu, masyarakat yang berencana melintasi area sekitar Gedung DPR/MPR diminta untuk memantau informasi lalu lintas secara berkala. Hal ini mengingat potensi peningkatan volume kendaraan dan mobilisasi orang di sekitar lokasi. Masyarakat yang tidak memiliki kebutuhan mendesak juga disarankan untuk menghindari ruas-ruas jalan di sekitar gedung parlemen.
“Kita sama-sama ingin mengawal agar aspirasi dari saudara-saudara buruh ini dapat tersampaikan dengan baik, tujuan yang diharapkan dapat tercapai dengan harapan yang diinginkan,” pungkas Budi.
