Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mendesak penghentian segera serangan terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). Sanchez menegaskan bahwa kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon harus dihormati, mengingat negara tersebut tidak memilih untuk terlibat dalam konflik yang sedang berlangsung.

Pernyataan tersebut disampaikan Sanchez melalui platform X setelah melakukan percakapan telepon dengan Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam pada Senin, 6 April 2026. Dalam unggahannya, Sanchez menyampaikan dukungan dan solidaritas Spanyol kepada Lebanon.

“Lebanon tidak memilih perang ini, dan kedaulatan serta integritas wilayahnya harus dihormati,” tulis Sanchez.

Ia juga memuji kinerja pasukan Spanyol yang tergabung dalam UNIFIL, menyebutnya sebagai “pekerjaan yang terpuji”.

“Serangan terhadap misi penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditoleransi dan harus segera dihentikan,” tegas Sanchez.

Latar Belakang Misi UNIFIL dan Konflik

UNIFIL telah beroperasi di Lebanon selatan sejak tahun 1978. Mandatnya diperpanjang berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 setelah perang antara Israel dan Hizbullah pada tahun 2006.

Sejak serangan lintas batas oleh kelompok Hizbullah pada 2 Maret 2026, Israel melancarkan serangan udara dan darat di Lebanon selatan. Situasi ini terjadi meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak November 2024.

Otoritas Lebanon melaporkan bahwa sedikitnya 1.497 korban tewas dan lebih dari 4.400 orang terluka akibat serangan Israel tersebut. Data ini menunjukkan dampak serius dari eskalasi konflik di wilayah tersebut.