PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pematangsiantar memastikan kesiapan penuh jaringan listrik untuk menyambut bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Berbagai langkah antisipatif telah dilakukan guna menjamin keandalan pasokan daya bagi masyarakat di wilayah layanannya.

Manajer PT PLN UP3 Pematangsiantar, Ramses Manalu, menjelaskan bahwa persiapan meliputi pemeliharaan intensif pada jaringan tegangan menengah dan rendah, serta gardu distribusi. “Di samping itu juga dilakukan pemeliharaan terhadap utilitas pendukung meliputi pemeliharaan genset, Uninterruptible Power Supply (UPS) dan Unit Gardu Bergerak (UGB),” kata Ramses pada Selasa (3/3).

Ramses menambahkan, dalam sistem pelayanan kelistrikan dan pelanggan, PLN UP3 Pematangsiantar membawahi 10 Unit Layanan Pelanggan (ULP) yang tersebar di lima kabupaten dan dua kotamadya. ULP tersebut mencakup:

  • ULP Kisaran, melayani Kabupaten Asahan dan Kota Kisaran.
  • ULP Tanjung Tiram, melayani Kabupaten Batubara dan sebagian Kabupaten Asahan.
  • ULP Limapuluh, melayani Kabupaten Batubara, Kota Lima Puluh, dan sebagian Kabupaten Simalungun.
  • ULP Perdagangan, melayani Kabupaten Simalungun.
  • ULP Tebing Tinggi, melayani Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Tebing Tinggi.
  • ULP Pematang Raya, melayani Kabupaten Simalungun.
  • ULP Siantar Kota, melayani Kota Pematangsiantar dan sebagian Kabupaten Simalungun.
  • ULP Tanah Jawa, melayani Kabupaten Simalungun dan sebagian Kabupaten Asahan.
  • ULP Indrapura, melayani Kabupaten Batubara.
  • ULP Parapat, melayani Kabupaten Simalungun dan sebagian Kabupaten Toba.

Untuk mendukung masa siaga ini, PT PLN UP3 Pematangsiantar telah menyiapkan tim siaga Ramadan dan Idul Fitri yang terdiri dari 430 personel. Ratusan personel ini akan disebar di seluruh 10 ULP untuk memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan.

Masa siaga di seluruh unit PT PLN akan diberlakukan mulai tanggal 14 Maret 2026 hingga 28 Maret 2026. Meski demikian, Ramses mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap fenomena alam yang berpotensi mengganggu sistem kelistrikan.

“Namun perlu diwaspadai adanya fenomena alam yang bisa mengganggu system kelistrikan, untuk itu diharapkan kepada masyarakat agar dapat segera menginformasikan apabila mengetahui kondisi yang membahayakan akibat cuaca buruk,” pungkas Ramses.

sumber gambar: kilatnews.co