PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) secara intensif mengawasi percepatan pembangunan Gardu Induk (GI) 150 kV Bungah di Gresik. Langkah ini diambil untuk memastikan proyek infrastruktur kelistrikan krusial tersebut rampung sesuai target waktu dan standar mutu yang ditetapkan, sekaligus memprioritaskan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

General Manager PLN UIP JBTB, Hendro Prasetyawan, menegaskan bahwa GI 150 kV Bungah merupakan tulang punggung infrastruktur yang vital. Proyek ini akan memperkuat sistem kelistrikan di wilayah Bungah, Paciran, hingga area industri terpadu di Gresik.

“Kami laksanakan site visit untuk memastikan pembangunan GI 150 kV Bungah berjalan sesuai jadwal. Juga merupakan bagian dari upaya antisipatif untuk mengidentifikasi dan memitigasi potensi kendala sejak dini,” kata Hendro, melalui siaran tertulisnya, Selasa (31/3/2026). Ia juga memberikan peringatan tegas agar seluruh tim di lapangan tidak mengabaikan K3. “Kami menegaskan bahwa keselamatan kerja adalah prioritas utama. Tidak ada yang lebih penting daripada jiwa manusia. Karena itu, budaya K3 harus menjadi landasan mutlak dalam setiap aktivitas pekerjaan di lapangan,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, Manager PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) JBTB 2 Surabaya sekaligus Kepala Proyek, Deddy Kurniawan, memastikan pengawasan kualitas konstruksi terus diperketat. Pihaknya terus memacu mitra kerja dan vendor agar memenuhi seluruh spesifikasi teknis secara optimal.

“Berbagai tantangan di lapangan, baik yang bersifat teknis maupun terkait koordinasi kewilayahan, kami kelola melalui komunikasi yang intensif dan langkah penyelesaian yang terukur. Tujuannya agar target penyelesaian proyek tetap dapat tercapai dengan aman,” jelas Deddy.

Beroperasinya GI 150 kV Bungah diproyeksikan akan meningkatkan kapasitas dan fleksibilitas jaringan listrik di wilayah Gresik. Melalui infrastruktur yang andal ini, PLN optimistis dapat memacu iklim investasi, menopang laju pertumbuhan industri, serta bermuara pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Jawa Timur.