MATARAM – Penayangan langsung Piala Dunia 2026 melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) diharapkan menjadi momentum penting bagi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melahirkan atlet-atlet sepak bola berprestasi. Harapan ini disampaikan Kepala TVRI Stasiun NTB, Okta Helena Kati Jara, dalam acara kick off Bola Gembira di Teras Udayana, Mataram, Minggu (1/2/2026).
“Itu harapan kami. Kita tidak sekedar menonton, tapi kita bisa mencetak generasi luar biasa nanti ke depan,” ujar Okta, menegaskan visi di balik penyiaran ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
TVRI Hadirkan Akses Tontonan Berkualitas untuk Seluruh Lapisan Masyarakat
Okta menjelaskan, hak siar Piala Dunia yang dipegang oleh TVRI merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menyediakan akses tontonan berkualitas bagi seluruh masyarakat, termasuk yang berada di pelosok daerah. Ia menyoroti perubahan signifikan dari masa lalu, di mana menonton Piala Dunia seringkali berbayar dan hanya dapat dinikmati oleh kelompok tertentu.
“Sekarang, negara hadir dengan memberikan kesempatan kepada rakyat untuk menyaksikan langsung di setiap rumah tangga,” katanya. Okta menambahkan bahwa masyarakat bahkan diberikan kebebasan untuk menentukan lokasi nonton bareng (nobar) di tempat-tempat tertentu.
Lebih lanjut, Okta memaparkan bahwa siaran langsung Piala Dunia yang diiringi kegiatan nobar di berbagai titik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata. Ia melihatnya sebagai sarana efektif untuk memperkuat kebersamaan sosial dan sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat lokal.
Jadwal dan Lokasi Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 akan menyajikan total 104 pertandingan yang berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Seluruh laga akan disiarkan secara langsung oleh TVRI tanpa sistem seleksi tayangan, mulai dari babak penyisihan hingga partai final. Turnamen akbar ini akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berada dalam zona Waktu Indonesia Tengah (WITA), jam tayang pertandingan akan berlangsung mulai pukul 22.00 hingga 13.00 WITA. Okta mengingatkan agar masyarakat tetap bijak dalam menikmati siaran ini.
“Jangan sampai piala dunia mengganggu pekerjaan…, karena nonton bola untuk refreshing,” ucap Okta.
Sebagai informasi, Piala Dunia merupakan turnamen sepak bola internasional yang diadakan setiap empat tahun sekali, diikuti oleh tim nasional senior pria anggota FIFA. Edisi tahun ini menandai sejarah baru sebagai yang pertama kali diselenggarakan di tiga negara.
Dukungan Pemerintah Provinsi NTB
Pemerintah Provinsi NTB turut serta mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan menyaksikan siaran langsung Piala Dunia 2026 melalui saluran dan platform TVRI. Staf Ahli Bidang Sosial dan Kemasyarakatan Pemprov NTB, Yusron Hadi, menegaskan bahwa kehadiran siaran Piala Dunia di TVRI adalah wujud komitmen pemerintah dalam menyediakan hiburan berkualitas bagi warganya.
Menurut Yusron, dengan hak siar yang dimiliki TVRI, warga tidak perlu lagi repot mencari tempat khusus atau mengikuti nobar berbayar di kafe maupun ruang publik untuk menikmati pertandingan.
“Tahun ini dengan hak siar yang dimiliki oleh TVRI, kita bisa menyaksikan di mana saja. Kami, pemerintah provinsi mengajak kepada kita semua untuk menonton bersama Piala Dunia melalui saluran TVRI,” pungkas Yusron Hadi.
