Lombok Tengah menawarkan destinasi unik bagi warga yang mencari takjil dan aneka kuliner tradisional untuk berbuka puasa. Pasar Tematik Bilebante, yang terletak di wilayah Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi magnet baru yang memadukan pesona kuliner dengan keindahan alam pedesaan.

Selama bulan suci Ramadhan, pasar ini beroperasi setiap hari mulai pukul 15.00 WITA hingga menjelang magrib. “Selama Ramadhan, kami buka lapak mulai pukul 15.00 WITA hingga menjelang magrib,” ujar Sumarni, salah seorang penjual bubur sumsum di Pasar Tematik Bilebante, Rabu (4/3/2026).

Pasar ini menempati deretan bangunan khusus yang secara strategis diapit oleh hamparan lahan persawahan hijau. Lokasinya yang istimewa ini menyuguhkan pemandangan senja yang memukau, menambah daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana berbuka puasa.

Sebelum memulai petualangan kuliner, pengunjung diwajibkan menukarkan uang rupiah mereka dengan mata uang khusus. Berbentuk koin kayu, mata uang ini dikenal sebagai “kepeng” dan berfungsi sebagai satu-satunya alat pembayaran di seluruh area pasar.

Belasan unit bangunan berukuran empat meter persegi berdiri kokoh, menjadi wadah bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjajakan beragam produk makanan dan minuman. Fasilitas pendukung seperti mushola yang cukup besar juga tersedia di bagian depan pasar, berdekatan dengan area parkir kendaraan.

Pengunjung dapat menemukan berbagai pilihan menu berbuka puasa yang menggugah selera. Mulai dari kuliner tradisional seperti serabi lak-lak, bubur sumsum, pecel, jamu tradisional, hingga hidangan unik seperti bakso rumput laut, ayam rangkat, sambal belut, dan sate jamur. Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, berkisar antara Rp3.000 hingga Rp15.000, menjadikannya pilihan menarik bagi semua kalangan.

Hafidz (14 tahun), seorang warga setempat, mengaku sering mengunjungi Pasar Tematik Bilebante hanya untuk berburu takjil. “Hari ini cuma dikasih Rp10.000 oleh orang tua. Kami sudah belanjakan untuk membeli jasuke (jagung, susu, keju) serta es kelapa muda,” tuturnya, yang kala itu datang bersama adiknya.

Kehadiran Pasar Tematik Bilebante semakin memperkuat posisi Desa Bilebante yang sebelumnya telah meraih penghargaan bergengsi. Desa ini dinobatkan sebagai juara umum Desa Wisata Terbaik Nasional dalam ajang Wonderful Indonesia Awards 2025, berkat konsep pariwisata hijau yang diusungnya. Pasar ini menegaskan peran penting desa wisata sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif di Kabupaten Lombok Tengah.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Sintha Agathia, sebelumnya telah menyampaikan harapannya agar Pasar Tematik Bilebante dapat menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi lokal dan destinasi wisata hijau. Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif menyemarakkan pasar ini dengan berbelanja, demi memperkuat ekonomi penduduk setempat. “Selama Ramadhan tidak perlu bingung memikirkan menu berbuka. Silahkan datang ke bazar Ramadhan Pasar Tematik Bilebante,” ajak Sintha.

Dengan perpaduan kuliner lezat, harga bersahabat, dan pemandangan senja yang menawan, Pasar Tematik Bilebante tidak hanya menjadi tempat berburu takjil, tetapi juga pengalaman Ramadhan yang tak terlupakan di Lombok Tengah.

sumber gambar: ANTARA