PALU – PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan penambahan suplai elpiji subsidi tiga kilogram sebesar 125 persen di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) selama momen Ramadhan 1447 Hijriah/2026. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan pasokan dan meredam kekhawatiran masyarakat.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyatakan bahwa fokus utama Pertamina selama periode Ramadhan adalah pengendalian distribusi dan komunikasi publik. “Pengendalian distribusi dan komunikasi publik menjadi fokus utama selama periode Ramadan,” kata Lilik di Palu pada Senin (2/3/2026).

Menurut Lilik, penambahan suplai ini merupakan upaya Pertamina untuk memberikan kepastian pasokan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa tidak ada kebijakan pengurangan kuota di Sulawesi Tengah. Sebaliknya, distribusi akan terus berlangsung dengan penguatan suplai secara bertahap.

“Pengawasan terhadap pola distribusi kami perketat untuk mencegah potensi penyimpangan yang dapat memicu kelangkaan, maupun lonjakan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),” tambahnya, menekankan komitmen Pertamina dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan produk.

Sales Branch Manager (SBM) Sulteng IV Gas Pertamina Patra Niaga, Yera Ichsana, membenarkan bahwa peningkatan penyaluran hingga 125 persen dari rata-rata penyaluran harian reguler telah direalisasikan. “Tambahan pasokan tersebut sudah direalisasikan dan disalurkan melalui agen serta pangkalan resmi,” ujar Yera.

Selain realisasi penambahan 125 persen, Pertamina juga menyiapkan rencana penambahan bertahap dan terukur hingga 50 persen dari baseline reguler. Penyesuaian ini akan dilakukan berdasarkan tren konsumsi di masing-masing wilayah untuk menjaga stabilitas pasokan dan mencegah gangguan distribusi di tingkat pangkalan.

Yera juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan. “Kami juga membuka layanan pengaduan melalui Call Center 135 bagi masyarakat yang menemukan indikasi penjualan di atas HET, atau kendala distribusi di lapangan. Informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan bersama,” pungkasnya.

sumber gambar: ANTARA/HO-Pertamina Region Sulawesi