PT Pertamina Patra Niaga telah mengumumkan penambahan pasokan elpiji subsidi (tabung 3 kilogram) dan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Pulau Sulawesi. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama momen penting tersebut.
Penambahan Pasokan Elpiji Subsidi di Berbagai Wilayah
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjelaskan bahwa penambahan pasokan ini merupakan upaya proaktif perusahaan. “Penambahan pasokan ini sebagai upaya Pertamina mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat pada momen Idul Adha maupun momen libur Lebaran Haji,” kata Lilik di Palu, Senin (25/5/2026).
Ia merinci penambahan pasokan elpiji di beberapa provinsi:
- Sulawesi Selatan: 205 ribu tabung dengan ekstra penyaluran sekitar 135 ribu tabung.
- Sulawesi Tenggara: 51 ribu tabung dengan ekstra penyaluran sekitar 22 ribu tabung.
- Sulawesi Barat: 26 ribu tabung dengan ekstra penyaluran sekitar 10 ribu tabung.
- Sulawesi Tengah: 31 ribu tabung dengan ekstra penyaluran sekitar 43 ribu tabung.
- Gorontalo: 26 ribu tabung dengan ekstra penyaluran sekitar 14 ribu tabung.
- Sulawesi Utara: 65 ribu tabung dengan ekstra penyaluran sekitar 24 ribu tabung.
Secara keseluruhan, Pertamina menyiapkan penambahan sekitar 406 ribu tabung elpiji dan ekstra penyaluran sekitar 252 ribu tabung yang akan disalurkan secara bertahap mulai 27 Mei 2026, menyesuaikan kebutuhan masing-masing daerah.
Penguatan Stok BBM dan Pemantauan Distribusi
Selain elpiji, Pertamina juga memprioritaskan penguatan stok BBM di seluruh Fuel Terminal dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sulawesi. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat selama periode Idul Adha. Penyaluran BBM dipantau secara berkala melalui koordinasi erat dengan lembaga penyalur dan pemangku kepentingan terkait, guna memastikan distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Penambahan pasokan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tren konsumsi di masing-masing daerah,” ujar Lilik.
Imbauan Pertamina dan Saluran Pengaduan Masyarakat
Lilik mengimbau masyarakat untuk membeli BBM maupun elpiji sesuai kebutuhan dan menggunakan produk subsidi secara tepat sasaran. Hal ini penting agar distribusi energi tetap terjaga dan merata di seluruh wilayah.
“Jika masyarakat menemukan kendala distribusi maupun indikasi pelanggaran penyaluran produk bersubsidi tidak tepat sasaran silahkan lapor ke Pertamina melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135,” ucapnya.
