PALU – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah (Sulteng), Prof. Zainal Abidin, menegaskan bahwa kesuksesan perayaan Paskah Nasional V 2026 di Kabupaten Sigi menjadi bukti nyata manifestasi toleransi yang kuat di daerah tersebut. Perayaan bagi umat Kristiani ini berlangsung aman dan damai, menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam menyikapi perbedaan keyakinan.
Sulteng Tuan Rumah Paskah Nasional
Prof. Zainal Abidin menjelaskan bahwa penunjukan Sulawesi Tengah oleh Kementerian Agama (Kemenag) sebagai tuan rumah Paskah Nasional telah berhasil membuktikan kekuatan toleransi di wilayah ini. “Sulawesi Tengah ditunjuk Kementerian Agama (Kemenag) sebagai tuan rumah perayaan Paskah nasional berlangsung di Kabupaten Sigi telah membuktikan toleransi yang kuat di daerah ini,” kata Prof. Zainal Abidin di Palu, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, meskipun mayoritas penduduk Sulteng beragama Islam, penghargaan terhadap kegiatan ibadah umat lain sangat tinggi. Kekuatan toleransi yang ditunjukkan warga Sulteng dinilai luar biasa dan patut diapresiasi.
Kerja Sama dan Keamanan Jadi Kunci
Kesuksesan Paskah Nasional V 2026, menurut Prof. Zainal, merupakan hasil kerja sama semua pihak. Hal ini terlihat dari kondisi keamanan yang terjaga selama kegiatan berlangsung, tanpa adanya riak atau gejolak di tengah masyarakat, sehingga tercipta suasana kedamaian dan ketenteraman.
Prof. Zainal, yang juga menjabat sebagai Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Guru Besar UIN Datokarama Palu, menekankan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama sebagai fondasi strategis pembangunan. “Kerukunan, keamanan dan kedamaian menjadi fondasi strategis untuk memuluskan upaya pencapaian pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Perbedaan Memperindah Identitas Nasional
Perayaan Paskah Nasional kali ini, lanjut Prof. Zainal, membuktikan bahwa masyarakat di akar rumput sangat dewasa. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk saling menghormati, justru menjadi warna yang memperindah identitas nasional.
FKUB berharap momentum positif ini dapat terus dijaga, tidak hanya saat perayaan hari besar keagamaan, tetapi juga dalam interaksi sosial sehari-hari. Sebagai sesama manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, tugas umat beragama adalah saling menebar kebajikan dan bekerja sama.
Mengutip pernyataannya, Prof. Zainal Abidin berpesan, “Biarlah ada perbedaan keyakinan, biarlah masing-masing memiliki cara berdoa, biarlah kemuliaan Tuhan dinyanyikan dalam semua bahasa, biarlah semua tumbuh subur karena sesungguhnya yang kita cari adalah rahmat Tuhan.”
Perayaan Paskah Nasional V 2026 di Kabupaten Sigi berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 April 2026, dan turut dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
