Peluang Persija Jakarta untuk meraih gelar juara BRI Super League 2025/26 dipastikan tertutup. Kekalahan 1-2 dari rival abadi, Persib Bandung, pada pertandingan sebelumnya telah mengakhiri asa Macan Kemayoran dalam perburuan trofi musim ini.

Dengan hasil tersebut, Persija Jakarta kini berada di peringkat ketiga klasemen sementara Super League dengan koleksi 65 poin. Mereka terpaut 10 angka dari Persib Bandung yang kokoh di puncak klasemen. Mengingat hanya tersisa dua pertandingan, secara matematis Persija sudah tidak mungkin lagi mengejar perolehan poin Persib.

Meski demikian, gelandang Persija, Fabio Calonego, meminta rekan-rekannya untuk tidak larut dalam kekecewaan. Ia menegaskan pentingnya menjaga semangat dan fokus untuk menuntaskan sisa pertandingan dengan hasil terbaik demi menjaga harga diri tim.

“Kami harus tetap menjaga semangat hingga akhir musim dan tidak larut dalam kekecewaan berkepanjangan,” ujar Calonego, menyoroti kondisi mental tim. Ia juga menambahkan bahwa performa Persija sebenarnya tidak buruk saat menghadapi Persib, meskipun hasil akhir tidak berpihak kepada mereka.

“Saya menilai permainan Persija tidaklah buruk meski menelan kekalahan dari Persib. Namun, hasil akhir tidak berpihak kepada Macan Kemayoran kendati saya merasa layak mendapatkan hasil berbeda,” tambahnya, mengungkapkan keyakinannya terhadap kualitas permainan tim.

Dengan kepastian gagal meraih juara, Persija Jakarta kini mengalihkan fokus untuk menyelesaikan musim dengan terhormat, menjadikan dua laga tersisa sebagai ajang pembuktian dan menjaga martabat tim di hadapan para pendukungnya.