JAKARTA – Asa Persija Jakarta untuk meraih gelar juara Super League 2025/2026 dipastikan kandas. Manajer tim, Ardhi Tjahjoko, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter Macan Kemayoran dan menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas kegagalan tersebut.

Kepastian tersingkirnya Persija dari perburuan trofi terjadi setelah mereka menelan kekalahan dramatis 1-2 dari rival abadi, Persib Bandung, dalam laga pekan ke-32. Pertandingan sengit itu berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5) lalu.

Kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan bagi Persija karena Rizky Ridho dkk sempat unggul lebih dulu sebelum akhirnya Maung Bandung berhasil membalikkan keadaan. Hasil minor ini membuat Persija tertahan di posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 65 poin.

Dengan selisih sepuluh angka dari Persib yang berada di puncak klasemen dan Borneo FC Samarinda di posisi kedua, peluang Persija untuk menjadi kampiun musim ini resmi tertutup, meskipun kompetisi masih menyisakan dua pertandingan.

Ardhi Tjahjoko menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas hasil yang tidak sesuai target ini. Ia menyerahkan sepenuhnya nasibnya kepada manajemen klub setelah gagal membawa tim ibu kota meraih gelar juara musim ini.

“Lupakan tahun ini. Saya selaku manajer Persija memohon maaf dan siap bertanggung jawab karena telah gagal untuk memenuhi target menjadi juara di tahun ini,” ujar Ardhi, pada Selasa (12/5).