Novak Djokovic telah tiba di Paris dan langsung memulai persiapannya untuk turnamen Grand Slam Roland Garros 2026. Petenis peringkat satu dunia itu terlihat berlatih bersama Alexander Zverev di Lapangan Philippe-Chatrier pada Rabu pagi WIB, menandai dimulainya perjalanannya di turnamen lapangan tanah liat tersebut.
Momen latihan bersama kedua petenis top dunia itu diabadikan dan diunggah ulang oleh Zverev di akun Instagram Story-nya. “Masih selalu mencoba untuk belajar dari @djokernole,” tulis Zverev, mengindikasikan rasa hormat dan keinginan untuk terus belajar dari petenis legendaris tersebut.
Unggahan resmi Roland Garros juga menampilkan interaksi antara Djokovic dan Zverev. Selain momen saling memukul bola, terlihat jelas keduanya banyak menghabiskan waktu untuk mengobrol, menunjukkan suasana latihan yang santai namun fokus.
Ambisi Gelar Grand Slam ke-25
Djokovic, yang akan tampil untuk ke-22 kalinya di Roland Garros, datang dengan ambisi besar. Petenis Serbia ini berupaya meraih gelar Grand Slam ke-25 sepanjang kariernya, sebuah pencapaian yang akan memecahkan rekor dan semakin mengukuhkan dominasinya di dunia tenis.
Musim lapangan tanah liat tahun ini menjadi penampilan kedua bagi Djokovic setelah ia berkompetisi di Roma. Sebelumnya, ia sempat absen sejak kekalahannya di babak keempat Indian Wells pada Maret lalu. Di Foro Italico, Djokovic harus mengakui keunggulan Dino Prizmic di babak kedua. Namun, peraih 101 gelar di level tur ini kini sepenuhnya mengalihkan fokusnya ke Roland Garros.
Roland Garros bukan ajang yang asing bagi Djokovic. Ia telah tiga kali mengangkat trofi juara di turnamen ini, yakni pada tahun 2016, 2021, dan 2023. Selain itu, ia juga telah mencapai tujuh final di Grand Slam lapangan tanah liat tersebut dan mencatatkan total 101 kemenangan di permukaan tanah liat.
Tahun lalu, langkah Djokovic terhenti di babak semifinal setelah dikalahkan oleh Jannik Sinner. Memasuki turnamen tahun ini, catatan menang-kalah Djokovic adalah 7-3. Ia sempat mencapai final Australian Open 2026, mengalahkan Sinner di semifinal sebelum akhirnya kalah dari Carlos Alcaraz di partai puncak.
Petenis berusia 38 tahun ini diharapkan dapat menunjukkan performa terbaiknya di Paris, mengingat rekam jejaknya yang impresif di lapangan tanah liat dan tekadnya untuk mencetak sejarah baru.
