Performa Marc Marquez di awal musim MotoGP 2026 memunculkan tanda tanya besar. Setelah mendominasi musim sebelumnya, kini statusnya sebagai pembalap “tak terkalahkan” mulai goyah, menyusul hasil kurang meyakinkan dalam dua seri pembuka. Grand Prix of the Americas di Circuit of the Americas pun diprediksi menjadi momen krusial yang bisa menentukan arah persaingan gelar musim ini.

Pada dua balapan awal di Thailand dan Brasil, Marquez belum mampu menembus podium Grand Prix. Padahal, sebagai juara dunia bertahan, ia datang dengan ekspektasi tinggi untuk kembali mendominasi. Meski demikian, performanya di Sprint Race masih tergolong kompetitif, dengan finis kedua di Thailand dan meraih kemenangan di Brasil. Namun, inkonsistensi pada balapan utama menjadi sorotan utama, kondisi yang dimanfaatkan dengan baik oleh Marco Bezzecchi yang tampil impresif bersama Aprilia dengan menyapu bersih dua kemenangan beruntun.

MotoGP Amerika: Ujian Sesungguhnya bagi Sang Alien

Sirkuit Austin dikenal sebagai salah satu trek favorit Marquez, di mana ia telah mencatatkan tujuh kemenangan. Namun, dengan performa yang belum stabil musim ini, seri di Amerika justru berubah menjadi ujian besar. Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, menyebut balapan di Austin sebagai “litmus test” bagi Marquez.

“Jika dia tidak menang di Austin dan dikalahkan rival seperti Bezzecchi, maka kita harus mulai melihat bahwa musim ini akan berbeda,” ujar Pernat, menegaskan pentingnya balapan tersebut.

Pernat juga menyinggung kemungkinan bahwa kondisi fisik Marquez belum sepenuhnya pulih, yang bisa memengaruhi performanya di lintasan. Di sisi lain, Marquez sendiri mengakui adanya kekurangan dari segi kecepatan motor.

“Kalau tidak punya kecepatan, Anda kehilangan sesuatu yang penting,” kata Marquez, menyoroti masalah utama yang dihadapinya saat ini.

Selain aspek teknis, perubahan juga terlihat dari sisi psikologis persaingan. Para rival kini dinilai tidak lagi merasa terintimidasi oleh Marquez. Hal ini terlihat dalam duel dengan Fabio Di Giannantonio di Brasil, di mana pembalap Italia tersebut mampu mengalahkan Marquez dalam pertarungan langsung di balapan utama. Menurut Pernat, momen tersebut menjadi sinyal bahwa dominasi mental Marquez mulai memudar.

Aprilia Naik Daun, Ducati Tertekan

Kebangkitan Aprilia Racing melalui performa Bezzecchi turut mengubah peta persaingan. Pabrikan asal Italia itu kini dinilai selangkah lebih unggul dibanding Ducati, yang selama ini mendominasi. Persaingan yang semakin merata membuat peluang juara dunia musim ini jauh lebih terbuka.

MotoGP Amerika 2026 dipandang sebagai titik balik penting. Jika Marquez mampu kembali ke puncak podium, ia bisa mengembalikan statusnya sebagai favorit utama. Namun jika kembali gagal, maka label “tak terkalahkan” yang selama ini melekat bisa benar-benar runtuh, sekaligus membuka jalan bagi rival-rivalnya untuk mengambil alih dominasi. Dengan tekanan besar dan persaingan yang semakin ketat, balapan di Austin akhir pekan ini dipastikan menjadi salah satu momen paling menentukan dalam perjalanan musim MotoGP 2026.