Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) berbasis kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat ekosistem industri halal di wilayah tersebut.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulteng, Miftachul Choiri, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian integral dari program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Program tersebut secara khusus berfokus pada penguatan rantai nilai halal di Sulawesi Tengah.
Choiri menambahkan, permintaan terhadap produk halal terus menunjukkan peningkatan signifikan, baik di tingkat nasional maupun global. Oleh karena itu, diperlukan dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan bersertifikasi resmi untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Ia menegaskan, “Bank Indonesia tidak hanya berfokus pada sektor moneter, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah. Salah satunya melalui pelatihan seperti ini, yang kami selenggarakan secara gratis tanpa dipungut biaya hingga peserta mendapatkan sertifikasi dari BNSP.”
Pelatihan ini diikuti oleh 36 peserta yang berasal dari tujuh kabupaten di Sulawesi Tengah. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Banggai.
Selama sesi pelatihan, para peserta menerima beragam materi komprehensif. Materi tersebut mencakup teori dasar penyembelihan halal sesuai syariat Islam, teknik penyembelihan yang baik dan benar, hingga praktik langsung di lapangan. Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang penanganan daging pascasembelih agar tetap higienis dan layak konsumsi.
Choiri juga menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan standar yang seragam bagi para juru sembelih halal di seluruh Sulawesi Tengah. Dengan demikian, kualitas serta jaminan kehalalan produk daging yang dihasilkan dapat terjaga.
Melalui pelatihan ini, Bank Indonesia berharap dapat melahirkan juru sembelih halal yang profesional. Mereka diharapkan memiliki pemahaman syariat yang mendalam serta mampu menerapkan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam setiap proses penyembelihan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, Moh. Ramli Tongko, menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi Bank Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor penyediaan pangan halal.
Menurut Ramli, keberadaan juru sembelih halal yang kompeten dan tersertifikasi sangat krusial untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan produk yang tidak hanya halal, tetapi juga aman dan higienis.
Ia berujar, “Kegiatan ini sangat strategis karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kami berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius sehingga mampu menjadi tenaga profesional di bidangnya masing-masing.”
