Onadio Leonardo, yang akrab disapa Onad, baru-baru ini membuat pengakuan mengejutkan terkait kondisi mentalnya. Usai menjalani rehabilitasi, aktor sekaligus musisi ini blak-blakan di hadapan Deddy Corbuzier, mengungkapkan bahwa ia didiagnosis mengidap Peter Pan Syndrome.
Dalam perbincangan di podcast Deddy Corbuzier, Onad menceritakan bahwa ia merasa “stuck” atau terjebak di masa-masa jayanya saat berusia 19 tahun. Meskipun kini secara usia ia telah menginjak 35 tahun, Onad mengakui cara pandangnya terhadap hidup masih seperti anak kuliahan yang sedang nakal-nakalnya.
Mengenal Peter Pan Syndrome
Secara psikologi, kondisi yang dialami Onad ini dikenal sebagai Peter Pan Syndrome. Istilah tersebut merujuk pada orang dewasa yang menunjukkan sikap kekanak-kanakan, cenderung menghindari tanggung jawab, dan masih bergantung kepada orang lain.
Onad sendiri mengaku terkejut saat mengetahui hasil asesmen psikologinya. “Terkena Peter Pan Syndrome, ternyata lo itu nggak bisa move on dari umur golden age yang 19 tahun,” ujar Onad, mengutip pernyataan psikolog yang menanganinya.
Ia melanjutkan, “Kan mereka bingung, ‘orang kaya gini di assessment apa ya?’ Orang cuma cimeng. Jadi tiap hari gue sama psikolog terus akhirnya gue diidap Peter Pan Syndrome.”
Pengakuan Onad Setelah Diagnosis
Setelah diagnosis tersebut, Onad mulai menyadari bahwa ia memang masih bersikap kekanak-kanakan dalam banyak hal. “Ya memang lo itu pernah mengalami masa emas lo di usia 19-20 tahun. Lo ancur-ancuran dan lo nggak bisa move on. Jadi lo umur 35 tapi mental lo umur 19 dalam menghadapi apa pun,” pungkas Onad.
Diagnosis ini menjadi pengingat penting bahwa memiliki mental “awet muda” tidak selalu menyenangkan. Terlebih jika kondisi tersebut membuat seseorang sulit mandiri dan takut menghadapi realita hidup sebagai orang dewasa.
