Sebuah tautan video viral berjudul ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur’ kembali marak beredar di berbagai platform media sosial pada pertengahan April 2026. Namun, masyarakat diimbau untuk sangat berhati-hati dan tidak mengklik tautan tersebut, sebab diduga kuat merupakan jebakan phishing atau penyebaran malware yang membahayakan data pribadi pengguna.
Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, seringkali memperingatkan modus serupa. “Modus penipuan ini memanfaatkan rasa penasaran publik terhadap konten sensasional yang sedang viral. Begitu diklik, pengguna akan diarahkan ke situs palsu atau diminta mengunduh aplikasi berbahaya,” ujar Alfons dalam sebuah kesempatan.
Modus Operandi dan Ancaman yang Mengintai
Tautan berbahaya ini biasanya disebarkan melalui pesan pribadi di aplikasi chatting, komentar di media sosial, atau bahkan iklan pop-up. Ketika pengguna mengklik, mereka mungkin akan diminta untuk login dengan akun media sosial atau perbankan, atau secara otomatis mengunduh file APK (untuk pengguna Android) yang sebenarnya adalah malware.
Jenis malware yang sering disisipkan dalam modus ini bervariasi, mulai dari trojan perbankan yang dapat mencuri kredensial login mobile banking, hingga spyware yang memata-matai aktivitas pengguna dan mencuri data sensitif lainnya seperti kontak, galeri foto, atau riwayat pesan. Data yang berhasil dicuri kemudian dapat disalahgunakan untuk peretasan akun, penipuan finansial, atau bahkan pemerasan.
Imbauan Pemerintah dan Statistik Kejahatan Siber
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah berulang kali mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap tautan mencurigakan. BSSN mencatat adanya peningkatan signifikan kasus kejahatan siber berbasis rekayasa sosial di Indonesia. Sepanjang tahun 2025, lebih dari 150.000 insiden siber dilaporkan, dengan sebagian besar memanfaatkan kelengahan pengguna.
“Masyarakat harus lebih cerdas dan kritis dalam menyaring informasi yang beredar di internet. Jangan mudah tergiur dengan judul sensasional dan selalu verifikasi keaslian tautan sebelum mengkliknya,” tegas perwakilan Kominfo dalam sebuah pernyataan resmi.
Langkah Pencegahan dan Penanganan Jika Terlanjur Klik
Untuk menghindari menjadi korban, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Pertama, jangan pernah mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal atau mencurigakan. Kedua, selalu verifikasi keaslian informasi atau video viral melalui sumber berita terpercaya atau situs resmi. Ketiga, gunakan perangkat lunak antivirus yang terbarui dan aktifkan fitur otentikasi dua faktor (2FA) pada semua akun digital penting Anda.
Jika terlanjur mengklik tautan dan merasa perangkat Anda terinfeksi atau data Anda terancam, segera putuskan koneksi internet pada perangkat. Hapus aplikasi mencurigakan yang baru terinstal dan segera ganti semua kata sandi akun penting Anda, terutama mobile banking dan email, menggunakan perangkat lain yang aman. Melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwenang atau penyedia layanan keamanan siber juga sangat dianjurkan.
