Pemerintah Kota Yogyakarta melanjutkan penataan kawasan Sumbu Filosofi Malioboro dengan menutup Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati untuk bus pariwisata. Sejak 14 Maret 2026, TKP Senopati kini resmi dialihfungsikan menjadi pangkalan bagi andong dan becak, menyusul penutupan TKP Abu Bakar Ali pada 1 Juni 2025.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi masif Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mengoptimalkan ruang publik serta memperkuat keberadaan moda transportasi tradisional di jantung kota. Penataan ini juga merespons tingginya minat wisatawan yang kini tidak hanya terfokus pada Malioboro dan Kraton, tetapi juga destinasi lain seperti Kawasan Ngasem.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan mengatasi keterbatasan daya dukung parkir di area Jeron Beteng. “Karena daya dukung parkir di dalam Jeron Beteng terbatas, kami menyiapkan TKP Senopati untuk pemberhentian becak dan andong sebagai moda lanjutan,” ujar Agus, Selasa (5/5).
Di eks-TKP Senopati, Dishub Kota Yogyakarta telah menyiapkan skema penataan baru. Area pangkalan andong dan becak ini terletak di sisi utara dan selatan bangunan toilet kaca bawah tanah, serta di antara area parkir tengah dan barat. Fasilitas tersebut akan dilengkapi dengan marka khusus dan papan informasi bertuliskan ‘order here’ untuk menjamin kenyamanan wisatawan.
Kapasitas dan Citra Pariwisata
Secara teknis, Satuan Ruang Parkir (SRP) di eks-TKP Senopati mampu menampung:
- Andong: 10 unit secara statis, dengan kapasitas harian mencapai 60 andong berdasarkan asumsi turnover 2 jam.
- Becak: 30 unit secara statis, dengan kapasitas harian lebih dari 200 becak dan rata-rata waktu tunggu 1 jam.
Selain penataan ruang, Pemerintah Kota Yogyakarta di bawah arahan Wali Kota Hasto Wardoyo juga memperkuat aspek budaya. Para kusir andong dan pengemudi becak diarahkan untuk mengenakan pakaian khas seperti lurik, guna memperkuat citra pariwisata Yogyakarta.
Layanan Shuttle Gratis Taman Pintar
Menanggapi penutupan akses bus di Senopati, pengelola Taman Pintar Yogyakarta melakukan penyesuaian bagi rombongan wisatawan, khususnya pelajar. Kepala UPT Pengelolaan Taman Budaya, Karmila, menyatakan pihaknya menyediakan layanan antar-jemput (shuttle) gratis bagi rombongan yang telah melakukan reservasi.
“Kami menyediakan layanan antar-jemput gratis menggunakan armada berkapasitas 60 penumpang. Rombongan yang parkir di lokasi seperti Ngabean atau Menara Kopi akan diarahkan ke drop zone di Jalan Tilarso, lalu kami jemput atau antar kembali ke lokasi parkir,” papar Mila. Ke depan, Pemkot Yogyakarta terus mengkaji titik penurunan (drop zone) yang lebih representatif dan terintegrasi, termasuk potensi pemanfaatan kawasan Sriwedani, guna mendukung aksesibilitas ke berbagai destinasi wisata di pusat kota tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas.
