Teheran – Yahya Rahim Safavi, penasihat senior militer untuk mendiang pemimpin tertinggi Iran, memprediksi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel akan berakhir sebelum perayaan Tahun Baru Nowruz pada 21 Maret mendatang. Pernyataan ini disampaikan Safavi pada Kamis (12/3/2026) di Teheran.

“Anggapan saya bahwa perang ini akan berakhir sebelum Nowruz (Tahun Baru Iran, yang dirayakan pada 21 Maret),” kata Safavi, seperti dikutip Kantor Berita ISNA.

Prediksi Safavi muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (11/3/2026) menyatakan bahwa “tidak akan ada lagi” yang tersisa untuk diserang di Iran. Meskipun demikian, Trump juga menegaskan bahwa Amerika tidak bermaksud untuk segera menghentikan operasi militer terhadap Iran.

Konflik di kawasan ini telah berlangsung sejak 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan dan menimbulkan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer milik AS di Timur Tengah.

Awalnya, Amerika Serikat dan Israel mengklaim bahwa serangan mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Namun, belakangan mereka memperjelas bahwa tujuan utama serangan tersebut adalah untuk melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Dalam perkembangan terkait, mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas pada hari pertama operasi militer. Setelah itu, putranya, Mojtaba Khamenei, terpilih sebagai pemimpin baru Iran. Otoritas Iran belum mengumumkan perubahan lain dalam kepemimpinan militer negara tersebut.