Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) berpacu dengan waktu untuk menambal sekitar 3.400 titik lubang jalan yang tersebar di berbagai wilayah. Kondisi ini menjadi sorotan menjelang arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi mulai padat pada pertengahan Maret ini. Kendala utama dalam perbaikan permanen adalah pemangkasan anggaran penanganan jalan yang mencapai Rp700 miliar pada tahun anggaran 2026.
Meskipun demikian, Pemprov Jateng terus mempercepat proses perbaikan jalan dengan metode tambal sulam. Langkah ini diambil untuk memastikan jalur utama siap dilintasi jutaan kendaraan pemudik, baik di jalur Pantura, Jalur Tengah, maupun Pantai Selatan (Pansela).
Keluhan Pengguna Jalan
Kondisi jalan yang belum sepenuhnya mulus memicu keluhan dari para pengguna jalan. Ashar, seorang pengemudi bus wisata di Semarang, mengungkapkan kekhawatirannya. “Masih banyak jalan penghubung antar-daerah yang berlubang, sehingga kita harus berhati-hati saat melintas di ruas jalan di Jawa Tengah ini,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Bagio, pengemudi travel asal Bandung, yang mengeluhkan perbaikan tambal sulam. “Hanya ditambal dengan aspal, jadi ada perbedaan ketinggian di bekas tambalan. Ini sangat tidak nyaman saat melintas,” tambahnya.
Wahyono, seorang pengendara motor di Kabupaten Semarang, juga mengingatkan bahaya berkendara di malam hari. Menurutnya, lubang jalan dan bekas tambalan aspal yang tidak rapi sering kali menjadi penyebab kecelakaan bagi pengguna roda dua, terutama saat minim penerangan.
Data Sebaran Lubang Jalan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, membenarkan masih adanya ribuan lubang yang belum tertangani. Namun, ia menegaskan penambalan terus dikebut agar selesai sebelum puncak arus mudik.
“Sejak Januari hingga Februari, kita telah melakukan penambalan sebanyak 14.455 lubang dari total 17.850 lubang yang terdata di Jawa Tengah,” kata Henggar. Artinya, masih ada sekitar 3.400 lubang yang saat ini tengah dalam proses pengerjaan. Berikut adalah sebaran lubang jalan yang belum tertangani berdasarkan wilayah:
| Wilayah Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) | Jumlah Lubang |
|---|---|
| Wilayah Semarang | 1.116 Lubang |
| Wilayah Tegal | 1.000 Lubang |
| Wilayah Pati | 900 Lubang |
| Wilayah Purwodadi | 400 Lubang |
Anggaran Dipangkas Drastis
Kondisi perbaikan yang hanya bersifat tambal sulam ini tak lepas dari keterbatasan dana. Henggar menjelaskan bahwa pada tahun 2026 terjadi pemangkasan anggaran hingga Rp700 miliar. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 anggaran penanganan jalan mencapai Rp1 triliun, namun kini hanya tersisa Rp320 miliar.
Penyebab utama kerusakan jalan di wilayah ini disebut akibat cuaca ekstrem dan bencana alam yang kerap melanda. Selain itu, maraknya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) atau truk bertonase besar yang melintas melampaui kapasitas jalan juga mempercepat kerusakan aspal di jalur-jalur utama mudik.
sumber gambar: kilatnews.co
