Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem inovasi daerah. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Lomba Inovasi Award tingkat Kota Palu yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Palu, Didi Bakran, menjelaskan bahwa lomba ini bertujuan untuk menjaring ide-ide kreatif dari masyarakat. “Melalui lomba ini, Pemerintah Kota Palu berharap dapat menjaring ide-ide kreatif yang nantinya dapat diapresiasi dan dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari penguatan ekosistem inovasi daerah,” kata Didi Bakran dalam keterangan di Palu, Rabu (20/5/2026).

Lomba Inovasi Award tingkat Kota Palu ini menghadirkan dua kategori utama, yakni kuliner dan teknologi tepat guna (TTG). Kedua kategori tersebut dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat serta potensi pengembangan ekonomi lokal.

Didi Bakran berharap ajang ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan berbagai inovasi yang aplikatif, kreatif, dan memiliki nilai manfaat signifikan bagi daerah.

Pendaftaran lomba dijadwalkan akan dibuka mulai 25 Mei hingga 20 Juli 2026. Total hadiah yang disiapkan untuk para pemenang mencapai Rp45 juta.

Sosialisasi pelaksanaan lomba telah dilakukan untuk memberikan pemahaman teknis kepada calon peserta mengenai mekanisme, kriteria penilaian, dan tahapan kegiatan. Lomba ini terbuka bagi seluruh masyarakat Kota Palu, baik perseorangan maupun kelompok, termasuk pelajar dan mahasiswa.

Brida Kota Palu juga berkomitmen untuk memberikan pendampingan terhadap inovasi-inovasi yang potensial agar dapat benar-benar bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat luas.

Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Palu, Eka Komalasari, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Brida dalam mendorong lahirnya inovasi di daerah. Menurutnya, lomba ini menjadi wadah penting bagi masyarakat, pelaku usaha, dan inovator lokal untuk menampilkan karya yang bermanfaat bagi pengembangan Kota Palu.

“Lomba Inovasi Award ini diharapkan mampu memacu kreativitas, khususnya di sektor kuliner dan teknologi tepat guna yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Inovasi yang lahir harus aplikatif dan dapat meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Eka Komalasari.

Ia menambahkan, penguatan inovasi daerah merupakan salah satu upaya krusial dalam mendukung pembangunan daerah yang berdaya saing dan berkelanjutan.