Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, menegaskan bahwa Festival Musik Sahur 2026 menjadi sarana penting untuk mempererat tali silaturahim masyarakat sekaligus menumbuhkan kreativitas generasi muda dalam bidang seni dan budaya. Kegiatan ini berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.
Pelaksana Tugas Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palu, Rahmad Mustafa, turut hadir dalam Festival Musik Sahur 2026 yang diselenggarakan di Palu pada Senin, 9 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Rahmad Mustafa menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Kecamatan Tawaeli, khususnya para pemuda dan panitia pelaksana. Ia memuji inisiatif serta semangat dan kreativitas mereka dalam menyelenggarakan kegiatan positif ini.
Festival Musik Sahur: Tradisi Positif dan Wadah Kreativitas
Rahmad Mustafa menekankan bahwa Festival Musik Sahur adalah tradisi masyarakat yang sangat positif dalam memeriahkan bulan suci Ramadhan. “Festival Musik Sahur merupakan salah satu bentuk tradisi masyarakat yang sangat positif dalam memeriahkan bulan suci Ramadhan,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain berfungsi membangunkan warga untuk bersiap sahur, kegiatan ini juga memiliki peran ganda. “Selain berfungsi membangunkan warga agar bersiap melaksanakan sahur, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahim, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menyalurkan kreativitas generasi muda melalui seni dan budaya,” jelasnya.
Pemerintah Kota Palu menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan masyarakat yang dapat menghidupkan suasana Ramadhan dengan kegembiraan, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal. Melalui festival ini, Rahmad Mustafa berharap akan lahir berbagai kreativitas baru dari generasi muda.
Menurutnya, seni musik sahur yang dikemas secara kreatif berpotensi menjadi identitas budaya masyarakat yang harus dijaga dan dilestarikan bersama.
Ucapan selamat juga disampaikan kepada para peserta yang berhasil melaju ke Grand Final Festival Musik Sahur. Rahmad Mustafa berpesan agar mereka menampilkan kemampuan terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan.
“Bagi yang nantinya menjadi pemenang tentu itu merupakan hasil kerja keras dan kekompakan tim. Namun, bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena yang terpenting adalah partisipasi dan semangat untuk terus berkarya,” pungkasnya.
Rahmad Mustafa berharap Festival Musik Sahur dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan berkembang lebih besar, menjadikannya agenda positif masyarakat dalam menyemarakkan Ramadhan di Kota Palu.
