Mataram – Tiga calon haji yang tergabung dalam Kloter 4 asal Kabupaten Bima, Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), direkomendasikan tidak laik terbang menuju Tanah Suci, Arab Saudi. Keputusan ini diambil setelah ketiganya menjalani pemeriksaan kesehatan intensif dan didiagnosis menderita penyakit serius.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) NTB, Lalu Muhammad Amin, membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, rekomendasi tidak laik terbang dikeluarkan setelah hasil pemeriksaan di rumah sakit. “Ya, berdasarkan hasil pemeriksaan setelah dirujuk ke rumah sakit mendapat rekomendasi tidak laik terbang,” ujar Lalu Amin di Asrama Haji NTB, Mataram, Sabtu malam.
Amin menjelaskan, ketiga calon haji tersebut adalah MJ (55) yang didiagnosis anemia berat, Ata (75) dengan Pneumonia, dan BIH (71) yang menderita Dementia dengan Psikotik. Kondisi kesehatan mereka dinilai tidak memungkinkan untuk menunaikan ibadah haji.
Pengganti Disiapkan, Kuota Tetap Terjaga
Untuk mengisi kekosongan tersebut, Kemenag NTB telah menyiapkan calon haji pengganti. “Untuk yang tiga ini sudah disiapkan pengganti dari Kota Mataram. Diambil yang terdekat karena kalau ambil lagi dari Bima terlalu jauh, sedangkan waktu sedikit,” terang Lalu Amin.
Meski ada tiga calon haji yang ditunda keberangkatannya, Lalu Amin memastikan bahwa jumlah total jamaah Kloter 4 yang akan berangkat ke Tanah Suci tetap 393 orang. “Jadi, jumlahnya tetap 393 orang meski ada yang tunda. Tapi kota sudah tetapkan tiga orang sebagai pengganti,” ucapnya.
Mayoritas Jamaah Berstatus Risiko Tinggi
Hasil pemeriksaan kesehatan juga menunjukkan bahwa mayoritas jamaah haji NTB berstatus risiko tinggi (risti). Dari total pemetaan, sebanyak 73,42 persen jamaah masuk kategori risti. Rinciannya, 6,58 persen risti berat, 35,95 persen risti sedang, dan 30,89 persen risti ringan. Sementara itu, hanya 26,58 persen jamaah yang tidak berstatus risti.
Kloter 4 dijadwalkan akan bertolak ke Arab Saudi pada Sabtu malam ini. Kemenag NTB terus memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan lancar dengan memperhatikan kondisi kesehatan para jamaah.
