Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, mendorong Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) kota setempat untuk memperkuat peran dan kapasitas penyuluh pertanian. Langkah ini bertujuan mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di tengah berbagai tantangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Lukman, menegaskan pentingnya peran penyuluh pertanian saat menghadiri pengukuhan Dewan Pengurus Daerah Perhiptani Kota Palu masa bakti 2025-2030 pada Selasa (12/5/2026). Menurutnya, penyuluh memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Lukman menjelaskan, penyuluh pertanian tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi dan teknologi pertanian. Lebih dari itu, mereka juga berperan sebagai pendamping, motivator, dan penggerak perubahan di tengah masyarakat tani. “Mari bersama-sama menghadirkan inovasi dan solusi nyata untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong pertanian yang modern, maju, dan berkelanjutan,” ujar Lukman.

Ia menambahkan, keberadaan penyuluh pertanian semakin krusial di tengah berbagai tantangan pembangunan. Tantangan tersebut meliputi perubahan iklim, keterbatasan lahan, fluktuasi harga pangan, hingga perkembangan teknologi pertanian yang semakin cepat.

Oleh karena itu, Pemkot Palu berharap Perhiptani dapat menjadi organisasi profesi yang solid, adaptif, dan profesional dalam meningkatkan kapasitas para penyuluh pertanian di daerah. Lukman juga menekankan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian besar terhadap pembangunan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.

Meskipun Kota Palu berkembang sebagai kawasan perkotaan, sektor pertanian dinilai tetap memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pangan, mendukung ekonomi keluarga, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pemerintah daerah berharap pengurus Perhiptani yang baru dapat membangun sinergi kuat dengan pemerintah, kelompok tani, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya.

Lukman turut mengajak seluruh penyuluh pertanian untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat integritas, dan menjaga semangat pelayanan kepada masyarakat. “Jadilah penyuluh yang hadir di tengah petani, memahami kebutuhan mereka, serta mampu menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dengan kondisi nyata di lapangan,” katanya.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, Perhiptani Kota Palu diyakini akan mampu memberikan kontribusi besar dalam mendukung pembangunan pertanian serta mewujudkan Kota Palu yang semakin maju dan sejahtera.