Pemerintah Kota Batam terus memperkuat sistem keamanan siber sebagai bagian integral dari upaya transformasi digital pemerintahan. Langkah strategis ini diambil untuk menjamin layanan publik berbasis digital dapat berjalan dengan aman, andal, dan tepercaya, terutama di tengah meningkatnya ancaman siber global.
Penguatan keamanan siber tersebut menjadi topik utama dalam forum Freedom250 Tech Talk bertajuk “Strengthening Indonesia’s Cyber Defense”. Acara yang diinisiasi oleh Konsulat Amerika Serikat untuk Sumatera ini berlangsung di Auditorium Politeknik Negeri Batam pada Jumat (6/2) malam, menjadi wadah dialog antara pemerintah, akademisi, industri, dan mitra internasional.
Peran Krusial Keamanan Siber
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, yang mewakili Wali Kota Batam, menegaskan bahwa keamanan siber memegang peran krusial dalam menjaga kepercayaan publik terhadap layanan digital pemerintah. Ia menyoroti posisi Batam sebagai kawasan strategis dan pusat investasi internasional yang membutuhkan sistem perlindungan data yang kuat dan berkelanjutan.
“Transformasi digital tidak dapat dipisahkan dari aspek keamanan informasi. Tanpa sistem keamanan yang memadai, inovasi digital justru berpotensi menimbulkan risiko. Karena itu, kolaborasi pentahelix menjadi kunci dalam membangun ketahanan siber yang menyeluruh,” ujar Rudi Panjaitan, Jumat (6/2).
Rudi menambahkan, Pemerintah Kota Batam juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara berkelanjutan. Hal ini penting guna menghadapi tantangan digital yang terus berkembang pesat.
Pengembangan Talenta Digital dan Deteksi Dini
Sejalan dengan upaya tersebut, Politeknik Negeri Batam menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Wiraraja GESEIP. Kerja sama ini berfokus pada pengembangan talenta digital, meliputi program magang, beasiswa, serta riset terapan yang mengedepankan hilirisasi teknologi, semikonduktor, dan energi terbarukan.
Di sisi lain, Kepala Balai Deteksi Sinyal Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Batam, Supapri Situmorang, menekankan pentingnya penguatan sistem deteksi dini. Menurutnya, kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor merupakan faktor utama dalam menjaga stabilitas keamanan informasi di tengah ancaman siber global yang terus meningkat.
Kepala Konsulat Amerika Serikat untuk Sumatera, Lisa Podolny, menyampaikan harapannya agar forum ini dapat memperkuat kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan Amerika Serikat. Kerja sama tersebut diharapkan mampu membangun masa depan digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan bagi kedua negara.
