Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh peran Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) sebagai benteng ideologi di tengah masyarakat. Dukungan ini disampaikan langsung oleh Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae saat mengukuhkan DPPI tingkat Kabupaten Sigi periode 2026-2030 di Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, pada Jumat (20/2/2026).

Bupati Rizal Intjenae menekankan pentingnya peran DPPI dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa. “Tentunya Duta Pancasila ini memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan pengabdian di tengah masyarakat, termasuk dalam menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai luhur pancasila sebagai dasar dan ideologi negara,” ujar Rizal di Bora, Sigi.

Lebih lanjut, Rizal mengemukakan bahwa Duta Pancasila diharapkan mampu menjadi teladan bagi generasi muda. “Ke depan Duta Pancasila juga bisa menjadi contoh dalam disiplin, integritas, nasionalisme, dan semangat gotong royong, meningkatkan wawasan kebangsaan, mengedukasi masyarakat khususnya bagi pelajar, tentang pentingnya persatuan dan cinta tanah air,” tambahnya.

DPPI juga disebut sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Mereka akan membantu program pembinaan ideologi dan karakter, pembinaan wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, penguatan ketahanan sosial daerah, serta berkontribusi menciptakan stabilitas sosial melalui kegiatan positif kepemudaan.

Rizal berharap, para Duta Pancasila dapat menjadi ujung tombak dalam berbagai upaya. “Harapannya mereka ini dapat menjadi ujung tombak dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan disintegrasi, membentengi generasi muda dari paham yang bertentangan dengan ideologi negara serta mendorong partisipasi sosial, menggerakkan kegiatan sosial, pendidikan karakter dan aksi kemasyarakatan berbasis nilai,” jelasnya.

Selain itu, Bupati Rizal juga mengajak seluruh Duta Pancasila Paskibraka Indonesia tingkat Kabupaten Sigi untuk menjadi perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. “Mereka ini bisa menjadi agen yang bertugas menyampaikan program-program pemerintah daerah termasuk dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,” pungkasnya.