Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengimbau seluruh tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan fasilitas masing-masing. Imbauan ini disampaikan menyusul kunjungan Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk memantau kondisi kebersihan dan pelayanan.
Samuel Yansen Pongi menekankan bahwa kebersihan lingkungan puskesmas, mulai dari halaman, ruang pelayanan, hingga kamar mandi, merupakan aspek krusial dalam pelayanan kesehatan. “Kuncinya pelayanan kesehatan itu bisa maksimal apabila semua ruangan pelayanan bersih, tentunya kebersihan itu bukan hanya ajaran agama melainkan bagian dari prinsip kesehatan itu sendiri yakni bersih pangkal sehat,” ujar Samuel di Sigi, Jumat (20/2/2026).
Ia mengungkapkan, pemerintah daerah secara rutin menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai institusi, termasuk sekolah, puskesmas, rumah sakit, dan kantor desa. Sidak ini bertujuan untuk memastikan kondisi kebersihan lingkungan di wilayah tersebut. Samuel mencontohkan temuan di Puskesmas Gimpu, Kulawi Selatan, di mana ruang pelayanan tidak sesuai standar dan kondisi kamar mandi tidak tersedia air.
Menurut Samuel, kondisi kamar mandi yang bersih dan tidak beraroma tidak sedap menjadi indikator keseriusan pengelolaan fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan. “Apabila ruangan pelayanan bersih dan wangi, kamar mandi tersedia air maka itu menunjukkan adanya perawatan dan pembersihan yang dilakukan setiap hari,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa tugas menjaga kebersihan adalah tanggung jawab seluruh unsur di puskesmas, termasuk tenaga kesehatan. “Nakes ini kan menjadi contoh di masyarakat, jika kita menginginkan warga hidup bersih dan sehat maka fasilitas kesehatan seperti puskesmas harus terlebih dahulu memperlihatkan contoh kebersihan tersebut,” katanya.
Program “Pakagali Pakagaya Ngata” Dukung Kebersihan Lingkungan
Sementara itu, Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menginisiasi kegiatan kebersihan “Pakagali Pakagaya Ngata” yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat. Program ini menjadi instrumen pemerintah daerah dalam menata kebersihan dan menciptakan lingkungan yang sehat.
“Program Pakagali Pakagaya Ngata ini menjadi instrumen pemerintah daerah dalam menata kebersihan dan menciptakan lingkungan yang sehat,” kata Rizal. Ia menambahkan, program ini bertujuan membangun desa melalui budaya bersih dan hidup hemat di Kabupaten Sigi. “Saya sudah tetapkan kegiatan rutin setiap hari Jumat untuk bersih-bersih lingkungan dengan melibatkan masyarakat dan anak-anak sekolah,” pungkasnya.
