Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, berkolaborasi dengan KARSA Institute mengimplementasikan program We Nexus. Inisiatif ini bertujuan memperkuat ketangguhan masyarakat, khususnya perempuan dan pemuda, di wilayah tersebut.

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Anwar, menekankan pentingnya pembelajaran dari implementasi program We Nexus di Kabupaten Sigi. Menurutnya, forum ini menjadi wadah krusial untuk evaluasi dan perumusan arah pembangunan daerah.

Refleksi dan Penguatan Pembangunan Daerah

“Tentunya forum ini menjadi ruang yang sangat penting untuk merefleksikan praktik, pembelajaran dan arah penguatan pembangunan daerah ke depan,” kata Anwar saat ditemui di Kota Palu pada Kamis, 29 Januari 2026.

Anwar menambahkan, pendekatan ketangguhan atau resilience tidak cukup hanya berfokus pada kesiapsiagaan teknis. Ketangguhan sejati, lanjutnya, harus memastikan proses pemulihan dan pembangunan berjalan secara inklusif serta sensitif terhadap konflik.

“Jadi ke depan seluruh pihak harus mampu memperkuat kohesi sosial dan perlindungan kelompok rentan khususnya perempuan dan pemuda sebagai aktor penting dalam pembangunan dan perdamaian di Kabupaten Sigi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, program We Nexus mengadopsi pendekatan yang relevan dan transformatif, dengan tetap memperhatikan dimensi sosial, perlindungan, dan partisipasi kelompok rentan. Program ini, menurut Anwar, telah memberikan pelajaran berharga.

“Program ini telah memberikan pembelajaran berharga tentang pentingnya kolaborasi lintas sektor, penguatan kapasitas masyarakat, serta perencanaan pembangunan yang berbasis kebutuhan dan konteks lokal,” ujarnya.

Kabupaten Sigi diketahui merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam dan dinamika konflik sosial. Kondisi ini memiliki dampak signifikan terhadap masyarakat.

“Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aspek fisik dan ekonomi tetapi juga sangat mempengaruhi kemampuan masyarakat dalam merespon krisis serta membangun pemulihan yang berkelanjutan,” papar Anwar.

Melalui program We Nexus, Anwar berharap dapat menjadi landasan nyata dalam memperkuat ketangguhan daerah, membangun kepercayaan sosial, dan memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam proses pembangunan dan pemulihan.

“Harapannya kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.