Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengumumkan alokasi anggaran sebesar Rp30 miliar untuk program paket bantuan sembako Ramadhan 1447 Hijriah/2026. Bantuan ini secara khusus ditujukan bagi masyarakat kurang mampu di wilayah tersebut.

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah. “Program paket sembako ini sebagai bentuk kepedulian dan meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat kurang mampu pada bulan Ramadhan,” ujar Bupati Haerul Warisin di Lombok Timur, Rabu (04/03/2026).

Ia menegaskan, bantuan sembako ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan, terutama dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi di tengah peningkatan kebutuhan selama bulan suci Ramadhan. “Sembako Ramadhan ini untuk masyarakat miskin dan diharapkan memiliki dampak ekonomi masyarakat terbantu,” tambahnya.

Meskipun Pemkab Lombok Timur saat ini tengah melakukan efisiensi anggaran, alokasi Rp30 miliar untuk bantuan sembako tetap dipertahankan. Bupati Haerul Warisin mengungkapkan bahwa terdapat penyesuaian komposisi paket agar jangkauan penerima bisa lebih luas. “Karena kami efisiensi juga dan dianggarkan Rp30 miliar. Saya minta supaya yang menerima bisa lebih banyak. Cukup berasnya dikurangi dari sebelumnya. Misalnya, berasnya 5 kilogram, ada gula, ada minyak, dan sebagainya,” jelasnya.

Rencananya, bantuan tersebut akan menyasar sekitar 198 ribu penerima. Mereka adalah kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 1 dan 2, yaitu tingkat kesejahteraan terendah berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Yang dapat itu Desil 1, 2, dan seterusnya sampai batas sekitar 198 ribu penerima,” ucap Bupati.

Terkait teknis pelaksanaan dan jadwal distribusi, Bupati Haerul Warisin menyatakan bahwa kewenangan tersebut berada di bawah Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur. “Untuk distribusinya, silakan tanya Dinas Sosial, karena mereka yang mengatur teknisnya,” pungkasnya.

Melalui program sembako Ramadhan ini, Pemkab Lombok Timur berharap masyarakat kurang mampu dapat menjalani bulan suci dengan lebih tenang, dengan kebutuhan pokok yang tetap terpenuhi. Program ini diharapkan benar-benar dapat meringankan beban dan bermanfaat bagi masyarakat.

sumber gambar: gesit.id