Pemerintah Kabupaten Jember, melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Banjarsengon, menggencarkan program Outbreak Response Immunization (ORI) Campak di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (25/3) hingga Kamis (26/3/2026) sebagai langkah cepat mencegah penyebaran kasus campak di wilayah tersebut.

Aksi jemput bola ini bertujuan memastikan seluruh balita dan anak-anak di Bintoro mendapatkan kekebalan tambahan terhadap virus campak. Antusiasme warga terlihat tinggi, dengan puluhan ibu mengantre sejak pagi untuk mengimunisasi buah hati mereka.

Kasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kelurahan Bintoro, Assyifa, mengapresiasi kesadaran kolektif masyarakat. “Kami sangat bersyukur melihat kesadaran orang tua di Kelurahan Bintoro yang begitu tinggi. Program Imunisasi Campak ini adalah investasi masa depan agar anak-anak kita tumbuh sehat dan terbebas dari risiko penularan penyakit berbahaya,” ujar Assyifa pada Kamis (26/3/2026).

Respons Cepat Hadapi Status KLB Campak

Program ORI Campak ini merupakan respons cepat Pemkab Jember menyusul munculnya sebaran kasus campak di beberapa kecamatan. Data per Maret 2026 mencatat 174 kasus terduga campak di Jember, dengan 49 di antaranya telah terkonfirmasi positif.

Kondisi ini mendorong Pemkab Jember bergerak masif untuk mengejar target herd immunity sebesar 95 persen di seluruh wilayah. Pelaksanaan imunisasi di Bintoro tersebar di beberapa titik strategis, meliputi:

  • Posyandu Alamanda 56
  • Posyandu Alamanda 57
  • Posyandu Alamanda 59
  • Posyandu Alamanda 63

Dua tenaga kesehatan, Faizatur Rosyidah dan Nur Hasanah, sigap memberikan pelayanan dan edukasi. Mereka menjelaskan bahaya komplikasi campak seperti radang paru (pneumonia), radang otak, hingga kebutaan pada anak jika tidak dicegah melalui imunisasi.

Pihak Puskesmas Banjarsengon mengimbau seluruh orang tua untuk tetap waspada, terutama menjelang mobilitas tinggi di masa libur Lebaran 2026. Jika ditemukan gejala pada anak berupa demam tinggi, ruam merah, batuk, dan mata merah, warga diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat.