Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, secara resmi membuka sayembara desain logo maskot daerah yang diberi nama “PADMAKARA”. Langkah ini diambil untuk memperkuat identitas dan citra daerah, sekaligus menjadi wadah partisipasi publik bagi para desainer, seniman, dan masyarakat kreatif.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, menegaskan bahwa sayembara ini merupakan kesempatan emas bagi masyarakat untuk berkontribusi. “Sayembara ini merupakan kesempatan mengabadikan karya sebagai simbol kebanggaan Kabupaten Gianyar,” ujar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama pada Senin (30/3).
Pendaftaran bagi peserta yang berminat telah dibuka sejak 26 Maret dan akan berakhir pada Rabu, 1 April 2026. “Pendaftarannya dibuka mulai 26 Maret hingga 1 April 2026,” tambah Sekda yang akrab disapa Gus Bem ini.
Proses penjurian akan dilakukan dalam beberapa tahap. Penjurian tahap I dan presentasi finalis dijadwalkan pada 14 April 2026, dilanjutkan dengan penilaian tahap II pada 17 April 2026. Penetapan dan pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 18 April 2026.
Menurut Gus Bem, logo maskot memiliki peran krusial sebagai media strategis dalam memperkuat citra daerah, sarana promosi, serta alat komunikasi visual yang efektif. Maskot ini akan digunakan dalam berbagai kegiatan pemerintahan, pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, dan aktivitas positif lainnya.
“Maskot yang dirancang diharapkan mampu mencerminkan nilai budaya, filosofi, serta semangat masyarakat Gianyar. Serta Logo mudah diaplikasikan pada berbagai media, baik cetak maupun digital, serta tetap terbaca dalam berbagai ukuran dan latar belakang,” jelasnya.
Nama maskot “PADMAKARA” sendiri memiliki filosofi mendalam. “Bunga Padma tumbuh dari lumpur namun tetap bersih dan indah, yang secara filosofis menggambarkan kemampuan untuk tetap murni di tengah berbagai tantangan kehidupan. Kelopak berjumlah delapan merepresentasikan delapan penjuru mata angin serta nilai-nilai suci yang berkaitan dengan konsep Dewata Nawasanga,” terang Gus Bem.
Sayembara ini bersifat terbuka dan berskala kabupaten, khususnya ditujukan bagi masyarakat Gianyar yang memiliki keahlian di bidang desain grafis, seni rupa, ilustrasi, maupun bidang kreatif lainnya. Peserta diwajibkan memiliki KTP Gianyar.
Pemerintah Kabupaten Gianyar mensyaratkan setiap peserta untuk mengirimkan satu karya desain yang orisinal, tidak melanggar hak cipta, dan tidak menggunakan Artificial Intelligence (AI) dalam pembuatannya. Karya harus murni hasil sendiri dan belum pernah dikompetisikan dalam ajang serupa.
“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap dapat menghasilkan desain logo maskot yang orisinal, berkarakter, dan berkelanjutan, serta mampu menjadi identitas visual resmi yang membanggakan dan merepresentasikan semangat serta jati diri masyarakat Gianyar,” pungkasnya.
