Indonesia dipastikan akan menjadi tuan rumah ajang bela diri bergengsi Abu Dhabi Combat Club (ADCC) 2026. Kompetisi submission grappling paling prestisius di dunia ini rencananya akan digelar di Jakarta pada September 2026, membuka kesempatan emas bagi atlet-atlet lokal untuk bersaing di kancah internasional.

Menurut Fara, salah satu panitia penyelenggara ADCC 2026, ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026. Gedung Serbaguna Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, dipilih sebagai lokasi perhelatan akbar ini. Kehadiran ADCC di Indonesia telah lama dinantikan, mengingat pesatnya perkembangan komunitas grappling di Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir.

Peluang Atlet Lokal Bersaing di Tingkat Dunia

“Kehadiran ADCC di Jakarta adalah momen yang sudah lama kami tunggu. Kami ingin atlet muda Indonesia tidak perlu lagi memandang panggung dunia dari jauh atau harus pergi ke luar negeri untuk berkompetisi di ADCC,” ungkap Fara, menyoroti pentingnya ajang ini bagi pengembangan talenta lokal.

Pelatih grappling Indonesia, Verontino FG, turut menyambut baik penyelenggaraan ADCC 2026. Ia menilai bahwa ajang ini akan memberikan kesempatan berharga bagi banyak atlet yang sebelumnya kesulitan untuk berpartisipasi dalam kompetisi internasional.

“Begitu banyak penggiat dan atlet di Indonesia yang mungkin tidak berkesempatan mengikuti pertandingan ADCC yang biasanya diselenggarakan di luar negeri,” ujar Verontino, menekankan dampak positif dari digelarnya ADCC di kandang sendiri.

Sejarah dan Prestise ADCC

ADCC didirikan pada tahun 1998 oleh Sheikh Tahnoun Bin Zayed Al Nahyan dari Uni Emirat Arab. Sejak saat itu, ADCC telah dikenal luas sebagai organisasi submission grappling paling bergengsi di dunia, menarik perhatian para praktisi bela diri dari berbagai penjuru globe.

Dengan menjadi tuan rumah, Indonesia tidak hanya menunjukkan kapasitasnya dalam menyelenggarakan event olahraga internasional, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan grappling di Asia.