Mimpi Timnas U-17 Indonesia untuk berlaga di Piala Dunia U-17 2026 resmi kandas. Skuad Garuda Muda harus mengubur asa setelah langkah mereka terhenti di fase grup Piala Asia U-17 2026.
Menyusul kegagalan tersebut, Pelatih Timnas U-17 Kurniawan Dwi Yulianto menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh publik sepak bola Tanah Air. Ia mengakui timnya gagal mengulang pencapaian manis generasi sebelumnya yang pernah sukses lolos ke Piala Dunia U-17, seperti yang pernah ditorehkan Nova Arianto.
Langkah Terhenti di Fase Grup
Dalam pertandingan penentuan yang digelar di King Abdullah Sport City Training Stadium, Jeddah, Arab Saudi, pada Selasa (12/5) malam WIB, Timnas U-17 Indonesia tak mampu membendung kekuatan Jepang. Garuda Muda harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 1-3.
Hasil minor ini secara otomatis memastikan Timnas U-17 Indonesia tersingkir lebih awal dari turnamen, sekaligus menutup peluang mereka untuk mengamankan tiket menuju putaran final Piala Dunia U-17 2026.
Kurniawan Dwi Yulianto Siap Bertanggung Jawab
Seusai pertandingan, Kurniawan Dwi Yulianto, yang kini berusia 49 tahun, langsung menyampaikan permintaan maafnya. Ia menegaskan kesiapan untuk bertanggung jawab penuh atas kegagalan ini.
“Atas nama pribadi dan sebagai head coach, saya meminta maaf dengan kegagalan ini. Saya tetap berterima kasih kepada seluruh staf dan pemain yang sudah bekerja keras,” ujar Kurniawan.
Target besar untuk membawa Indonesia kembali bersaing di level dunia melalui ajang Piala Dunia U-17 pun gagal tercapai di bawah kepemimpinannya.
