Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, secara masif menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pasar murah selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pangan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat di daerah tersebut.

Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan pasar murah kali ini merupakan instruksi khusus kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM setempat. “Tentunya pelaksanaan kegiatan pasar murah kali ini merupakan instruksi khusus ke Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM setempat untuk membenahi tata kelola pasar,” kata Vera Elena Laruni saat ditemui awak media di Banawa pada Sabtu (21/2).

Menurut Vera, pasar murah dan gerakan pangan murah tahun ini hadir dengan konsep baru yang lebih terorganisir dan representatif, baik bagi para pelaku UMKM maupun masyarakat. “Jadi dengan adanya penataan mekanisme pelaku UMKM terlihat jauh lebih rapi dan nyaman untuk masyarakat saat berkunjung ke pasar murah maupun Gerakan Pangan Murah,” ujarnya.

Kegiatan pasar murah tersebut berlokasi di Kelurahan Boya, Kecamatan Banawa, dan melibatkan sebanyak 80 pelaku UMKM dari berbagai sektor di Kabupaten Donggala.

Bupati Vera juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai mitra BUMN. “Pentingnya kerja sama terhadap semua mitra BUMN seperti Perum Bulog, Rajawali Nusindo dan Pertamina Patra Niaga atas kepedulian dengan masyarakat Donggala,” tegasnya.

Dalam pasar murah ini, berbagai komoditas pangan pokok dijual dengan harga terjangkau. Beberapa di antaranya adalah beras SPHP 5 kilogram seharga Rp55 ribu, bawang merah Rp15 ribu per setengah kilogram, gula pasir Rp17 ribu per kilogram, Minyakita Rp15 ribu per liter, serta cabai Rp10 ribu per seperempat kilogram atau setara Rp40 ribu per kilogram.