Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, serius mendorong peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada sektor pendidikan. Upaya ini difokuskan melalui validasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di seluruh sekolah yang ada di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, menyatakan bahwa pihaknya akan menggandeng Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tengah. Kerja sama ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas Dapodik sekolah-sekolah di Donggala.
Dapodik sebagai Jantung Pendidikan
Ansyar Sutiadi menegaskan pentingnya Dapodik dalam ekosistem pendidikan. “Jadi memang Dapodik ini merupakan jantungnya pendidikan sebab saat ini semua perencanaan berbasis data pokok pendidikan, termasuk dukungan dari Kementerian Pendidikan,” kata Ansyar saat ditemui media di Banawa, Senin (2/2/2026).
Validasi ini, lanjut Ansyar, krusial untuk memastikan seluruh data Dapodik sekolah di Kabupaten Donggala akurat dan mutakhir. Selain itu, Disdikpora juga berencana melakukan redistribusi dan relokasi guru. Langkah ini diharapkan dapat menempatkan tenaga pendidik secara lebih proporsional dan mendekatkan mereka dengan domisili masing-masing.
Tidak hanya itu, Disdikpora Donggala juga akan segera melaksanakan asesmen terhadap calon kepala sekolah. “Tentunya kepala sekolah ini juga memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan sebuah sekolah, nantinya proses asesmen tersebut tetap dilakukan secara profesional dan objektif,” ujarnya.
Pemerataan Akses Internet
Aspek digitalisasi pendidikan turut menjadi perhatian utama di Kabupaten Donggala. Ansyar Sutiadi menyoroti pentingnya pemerataan akses internet, khususnya bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil. “Ke depan seluruh sekolah direncanakan akan disediakan jaringan internet guna mendukung kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.
Saat ini, SPM pendidikan di Kabupaten Donggala berada pada posisi ke-13 di Sulawesi Tengah. Berdasarkan data dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Sulteng, nilai SPM pendidikan Donggala pada tahun 2025 tercatat mencapai 59.56.
